Jamaah Naqsabandiyah Awali Puasa Ramadhan 7 Juli 2013

Foto: Ant

Padang, Sayangi.com – Jamaah tarekat Naqsabandiyah Sumatera Barat akan memulai puasa Ramadhan 1434 mulai Minggu, 7 Juli 2013.

“Penentuan awal Ramadhan sudah dilakukan dengan cara penghitungan penanggalan yang dihitung 360 hari sejak awal Ramadhan 2012, dan kami akan melaksanakan ibadah puasa selama 30 hari. ” ungkap Edizon, salah seoarang jamaah Tarekat Naqsabandiyah di Surau Baitul Makmur, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (3/7/2013).

Edizon menjelaskan, metode yang digunakan untuk menetukan awal puasa adalah hisab munjid yang berasal dari Mekkah. Metode perhitungan tersebut dibuat ulama besar di zaman Rasulullah dan telah dilakukan secara turun-temurun.

“Penentuan awal Ramadhan dilakukan dengan cara menghitung 360 hari dari awal Ramadhan tahun lalu di mana dalam setiap bulannya hanya terdapat 29 dan 30 hari,” ujar Sekretaris Surau Baitul Makmur tersebut.

Selain hisab munjid, biasanya para jemaah Tareqat Naqsabandiyah, juga melakukan rukyatul hilal (melihat bulan) yang dilakukan tanpa alat bantu bulan Sya’ban.

Dengan keputusan tersebut, sekitar 8.000 jemaah pengikut Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Barat akan mulai melaksanakan ibadah shalat tarawih pada Sabtu (6/7/2013) malam.

Di Kota Padang, terdapat puluhan masjid dan mushalla yang menjadi pusat peribadatan Jamaah Tarekat Naqsabandiyah dan tersebar di Kecamatan Pauh, Lubuk Kilangan, dan Lubuk Begalung.

Penentuan awal puasa Jamaah Naqsabandiyah ini dua hari lebih cepat daripada Muhammadiyah yang menetapkan awal Ramadhan jatuh pada 9 Juli 2013. Sementara Kementrian agam belum menentukan awal puasa Ramadhan 1434 H dan akan dilakukan sidang isbat terlebih dahulu yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli.

“Tidak ada persoalan bagi kami jika penetapan Ramadhan selalu berbeda dengan yang lain sebab kami punya dasar yang mengacu pada Al Quran dan Hadits,” kata Edizon. (MI/Ant)