BEM UI Sesalkan PT. KAI

Depok, Sayangi.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menyesalkan penggusuran paksa terhadap pedagang Stasiun UI. Lembaga mahasiswa yang sedari awal mendampingi pedagang Stasiun UI ini berharap adanya dialog komprehensif sebelum penggusuran.

“Master plan PT. KAI untuk menata stasiun didukung penuh oleh pedagang dan mahasiswa se-Jakarta. Namun, sayangnya PT. KAI tidak mengindahkan UU No. 11 tahun 2005 tentang ekonomi dan sosial budaya yang pada intinya berbunyi pihak penggusur harus mengadakan dialog yang komprehensif sebelum diadakan penggusuran”, ujar Wakil Ketua BEM UI Azhar Nurun Ala di Ui Depok, Rabu (29/5).

Menurut Azhar, hingga dilakukan penggusuran, belum dilakukan dialog antara pedagang dengan PT. KAI.

Wakil Ketua BEM UI Periode 2013 ini mengigatkan bahwa menurut UU No. 19 tahun 2003 tujuan dibentuknya BUMN adalah untuk membantu ekonomi lemah.

Dia menyesalkan fakta berbeda yang terjadi di lapangan. Penggusuran terhadap kios pedagang di beberapa stasiun Jabodetabek tidak sesuai tujuan pendirian BUMN karena mematikan penghidupan pedagang.

“Hal yang paling menyedihkan, PT. KAI sampai sekarang tidak dapat menunjukkan surat izin penggusuran dari kementerian perhubungan, dimana surat tersebut merupakan salah satu syarat melakukan penertiban atau penggusuran, dan berbagai syarat penggusuran lainnya”, kata Ashar.

Namun demikian, masih tersisa secuil harapan dari pedagang agar penataan yang dilakukan tetap memikirkan nasib pedagang.

“Izinkanlah rakyat kecil ini berpenghasilan dan menghidupi keluarganya. Banyak diatara mereka yang berpikir untuk kembali lagi melakukan tindakan kriminal. Harapan mereka masih bisa berjualan di area stasiun UI,” kata Azhar sambil berurai air mata. (HR/UI)