BBM Naik, Mahasiswa Demo Besar-Besaran

Jakarta, Sayangi.com – Berbagai elemen mahasiswa mengancam gelar demo besar-besaran, sebagai reaksi rencana Pemerintah yang tetap ingin menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Demikian terungkap pada acara diskusi  menyambut Hari Pancasila 1 Juni dan Konsolidasi Penolakan Kenaikan Harga BBM yang diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa (Dema), Jumat (31/52013) di Galeri Cafe, TIM, Cikini, Jakarta Pusat.
 
Hadir pada acara tersebut perwakilan aktivis jaringan Dewan Mahasiswa dari 21 kota serta beberapa elemen pendukung seperti PMKRI, PII, PRD dan Petisi 28.

Menurut Fuad, salah seorang anggota Presidium Dewan Mahasiswa (Dema), kenaikan akan membebani masyarakat.

“Apapun alasan dan pembenarannya, faktanya kenaikan harga bbm akan memberikan dampak buruk terhadap masyarakat”, ujar Fuad.

Fuad menyatakan mahasiswa, khususnya di kawasan Indonesia Timur akan melakukan perlawanan dan turun ke jalan secara besar-besaran.

Dalam forum yang sama, Salamuddin Daeng, peneliti dari Asosiasi Ekonomi Politik (AEPI) menyatakan bahwa pada dasarnya kenaikan harga bahan bakar minyak (bbm) sekedar derivasi dari praktek konolialisme dan imperialisme.

“Kekayaan gas dan minyak di Indonesia dikuasai segelintir perusahaan asing”, kata Salamudin.

Daeng menambahkan Chevron saja menguasi 48 persen. Total segelintir perusahaan asing tersebut menguasai 85
persen dari produksi minyak dan gas di Indonesia.

Salamudin melanjutkan, produksi perusahaan tersebut terus merosot. Sialnya, biaya cost recovery malah  meningkat dan menjadi tanggungan negara.

“Seharusnya dengan kekayaan yg melimpah negara memiliki keammpuan melakukan subsidi, bukan malah menaikkan harga bbm”, pungkasnya. (HR)