Kenaikan BBM Belum Jelas

Jakarta, Sayangi.com – Rapat konsultasi DPR dengan Pemerintah digelar hari ini untuk membahas RAPBNP 2013. Walaupun belum dipastikan membahas tentang rencana kenaikan harga BBM, namun kenaikan harga BBM sudah ramai dibicarakan. Bisa saja pembahasan kenaikan BBM ini tertunda karena masih belum jelasnya harga minyak dunia.

“Ini informal kami ketemu. Tidak ada penolakan wong masih dibahas,” ujar Menteri Perekonomian Hatta Radjasa di Gedung DPR, Senayan, Senin (3/6). Pernyataan ini disampaikan usai melakukan rapat konsultasi tertutup di gedung parlemen bersama Ketua DPR Marzuki Alie, Wakil Ketua DPR Pramono Anung, Menkeu Chatib Basri, dan Menteri PPN/kepala Bappenas Armida Alisjahbana.

Seperti diberitakan sumber Antara News Sabtu 1 Juni 2013, di New York harga minyak dunia turun tajam pada Jumat (Sabtu pagi WIB). Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light sweet West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun 1,64 dolar AS menjadi berakhir pada 91,97 dolar AS per barel, di bawah tingkat 92 dolar AS untuk pertama kalinya sejak awal Mei, lapor AFP.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli jatuh 1,80 dolar AS menjadi 100,39 dolar AS per barel. Penurunan ini terjadi setelah OPEC mempertahankan pagu produksinya, sekalipun menyatakan khawatir atas dampak pertumbuhan global dan zona euro yang lemah terhadap permintaan mintak mentah. 

Pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Wina, yang menghasilkan sekitar sepertiga dari pasokan minyak global, seperti yang diperkirakan mempertahankan pagu produksi 30 juta barel per hari, di mana itu telah berdiri sejak akhir 2011. “Semua orang telah sepakat untuk mempertahankan tingkat produksi dan kami memantau pasar,” kata Menteri Energi Venezuela Rafael Ramirez kepada wartawan.

“Kami sedang memantau pasar karena situasi ekonomi di Uni Eropa sulit, dan ketika kami bertemu pada waktu berikutnya pada Desember, kami akan memiliki lebih banyak elemen,” kata Ramirez. “Kami harus menjaga harga, kita akan mempertahankan harga,” tambahnya. Kelompok ini membuat catatan dampak di pasar global dari meningkatnya produksi di Amerika Utara karena ekstraksi minyak dan gas dari serpih dan pasir minyak Kanada.

“Kami akan menindaklanjuti dengan segala macam energi,” Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah El-Badri mengatakan pada konferensi pers pascapertemuan. “Kami harus melihat informasi yang akurat dan melihat berapa banyak jenis minyak yang akan berkelanjutan ke masa depan.” Meskipun tampak fokus pada pertumbuhan permintaan, penjadwalan pertemuan produksi mereka berikutnya pada Desember menunjukkan sebuah ukuran kepercayaan.

“Mereka tidak terlalu gugup tentang prospek atau tidak ingin kita tahu mereka,” kata James Williams di WTRG Economics. (AS/ANT)

 

  

Berita Terkait

BAGIKAN