Capres Demokrat Tidak Mengandalkan Elektabilitas

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua menegaskan bakal calon presiden yang akan diusung partainya tidak hanya mengandalkan memiliki tingkat elektabilitas yang tinggi tetapi juga kemampuan memimpin negara.

“Kami mencari pemimpin bangsa dan negara, sehingga tidak hanya elektabilitas yang diperhitungkan karena artis juga memiliki tingkat keterpilihan yang tinggi,” kata Max Sopacua di Jakarta, Senin (3/6/2013).

Max menegaskan sosok pemimpin yang dicari adalah orang yang mampu mengatasi persoalan bangsa. Karena itu menurut dia sistem semi terbuka dalam menjaring bakal capres dari Demokrat menjadi cara untuk menyeleksi orang yang mendaftar.

Saat ditanya mengenai potensi Demokrat mengusung Joko Widodo, Max menilai bahwa partainya tidak dalam posisi mengajak dalam konvensi. Menurut dia, siapapun dipersilahkan mendaftar dalam konvensi itu termasuk Jokowi dan masyarakat akan menentukan memilih siapa yang dilihat dari hasil survei.

“Kami terbuka saja apabila Jokowi nantinya mendaftar dalam konvensi tapi nanti bisa saja beliau dipecat Bu Mega sebagai pemimpin partainya,” kata Max.

Dia juga mengatakan apabila Jokowi pada akhir mendaftar dalam konvensi, maka yang bersangkutan harus mengikuti acuan Partai Demokrat. Hal itu menurut dia juga diterapkan pada kader partai lain yang juga ingin ikut konvensi Demokrat.

“Format sekarang seperti Mahfud MD, Gita Wirjawan kami persilahkan saja mendaftar dalam konvensi. Namun nanti hasil survei memberikan siapa yang menempati posisi teratas dan itu yang akan diambil demokrat,” ujarnya.

Max mengakui bahwa elektabilitas Jokowi dari hasil beberapa survei menunjukkan angka yang tinggi namun partainya tidak hanya menekankan pada kuatnya magnet elektoral seorang semata.

Sebelumnya, berdasarkan survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) tingkat elektabilitas Capres Joko Widodo adalah 28,6 persen.

Tokoh lain yang disebut, yakni Prabowo Subianto sebanyak 15,6 persen, Aburizal Bakrie 7 persen, Megawati Soekarnoputri 5,4 persen, Jusuf Kalla 3,7 persen, Mahfud Md. 2,4 persen, Hatta Rajasa 2,2 persen, dan 28 persen responden belum memiliki pilihan.

Dari segi popularitas, Jokowi paling populer di antara pejabat publik atau pejabat negara lainnya. Popularitas politikus PDI Perjuangan itu sebesar 85,9 persen, mengalahkan Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono di angka 78,5 persen.

Pejabat lainnya, yakni Sri Sultan Hamengku Buwono X 59,5 persen, Dahlan Iskan 42,6 persen, Mahfud MD 39,6 persen, Pramono Edhie Wibowo 20,2 persen, Djoko Suyanto 15,2 persen, dan Gita Wirjawan 8,4 persen. (HST/ANT)