Bagaimana Nasib Pembangunan Jembatan Selat Sunda?

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa masih menunggu laporan dari tim 7 terkait nasib proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS). 

“Hingga saat ini, tim 7 belum mengajukan kesimpulan mereka kepada saya selaku Dewan Pengarah,” ujarnya seperti dikutip dari situs kementerian perekonomian, Senin (3/6). Ia juga meminta semua pihak untuk menunggu laporan tim 7. Menurutnya, pekerjaan membangun JSS ini bukan pekerjaan membangun jembatan penyeberangan di kali, ini urusan besar dan memerlukan kecermatan yang tinggi untuk membuat feasibility study (FS).

Lebih lanjut, ia berharap setelah tim 7 memberikan laporannya maka tidak ada lagi yang mengajukan keberatan lagi. “Jangan nanti Dewan Pengarah memutuskan ada yang tidak setuju, kalau tidak setuju sebelumnya berantem dulu berdebat, tapi sekali diputuskan jalankan,” tegasnya.

Sementara terkait waktu pelaksanaan ground breaking JSS, menurut Menko Perekonomian semuanya tergantung dari selesainya FS.  FS sendiri ditargetkan bisa berjalan pada 2014. “Ya tergantung FS-nya, bisa 5 tahun juga kalau FS-nya tidak dikerjain,” ujarnya. Sebelumnya, dalam rencana awal pemerintah, penancapan tiang pancang proyek berbiaya hampir Rp 200 triliun itu akan dilakukan pada 2014.

Hal senada juga diungkapkan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Luky Eko bahwa belum adanya kejelasan mengenai laporan dari Tim 7. “Saya dengar sudah disepakati konsorsium BUMN dan kerjasama dengan pemrakarsa (Graha Banten Lampung Sejahtera),” katanya. (MI)