Tjahjo Kumolo : Tuntaskan Bom Poso

Semarang, Sayangi.com – Anggota Komisi I DPR RI Tjahjo Kumolo berharap Polri segera menuntaskan kasus bom bunuh diri di halaman Mapolres Poso, sehingga rakyat mengetahui aktor intelektual di balik peristiwa itu.”Menurut penjelasan pihak pimpinan Polri setempat yang kami coba hubungi, pelaku masih diidentifikasi,” jelas Tjahjo yang juga Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan kepada Antara di Semarang, Senin.

Informasi yang diterima oleh Tjahjo dari kepolisian setempat mengatakan, pelaku datang ke Mapolres Poso pada saat apel pagi. Pelaku dihentikan oleh petugas, kemudian melarikan diri.Sekitar 35 meter dari Mapolres, kata Tjahjo, bom yang dibawa oleh pelaku meledak. Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Tak lama setelah kejadian, ungkap Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol. Suhardi Alius di Jakarta, Senin, mengatakan, Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Mabes Polri masih melakukan identifikasi pelaku bom bunuh di Mapolres Poso itu.”Tim DVI dari Mabes Polri sudah berangkat ke sana dan Puslabfor sudah bekerja untuk mendapat identifikasi pelaku maupun identifikasi bom yang digunakan,” tandas Suhardi Alius.

Mencermati beberapa kejadian di wilayah Poso yang belum tuntas dan dijadikannnya daerah itu sebagai ajang pertempuran, Tjahjo mengemukakan bahwa apa pun gelagat dan kejadian hari ini pasti Polri dan intelijen mendalaminya.”Kami sebagai anggota DPR RI berharap masalah tersebut bisa cepat terungkap benang merah dan siapa saja yang terlibat dalam jaringan-jaringan tersebut,” kata Tjahjo yang juga alumnus Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Ia menegaskan,”Apa pun gerakan-gerakan tersebut dan pola-polanya, pasti pihak intelijen dan Polri sudah mampu mengidentifikasinya.” “Kami sebagai anggota DPR RI dan masyarakat luas tentunya menyerahkan hal tersebut kepada pihak aparat yang lebih paham dan berwenang,” katanya.

Tjahjo menekankan,”Apa pun aparat, khususnya Polri, pantang digertak, pantang menyerah memberikan ketenangan kepada Masyarakat.” Dalam mewujudkan rasa aman di tengah masyarakat, Tjahjo menegaskan kembali perlunya koordinasi antarlembaga intelijen apakah Badan Intelijen Negara (BIN), intelijen TNI, atau intelijen Polri perlu terpadu. (MARD/ANT)