50 Polisi Memburu Pembunuh Tito Kei

Jakarta, Sayangi.com – Polda Metro Jaya dan Polres Kota Bekasi Kota membentuk tim gabungan untuk memburu penembak Tito Kei dan Ratim, pemilik warung rokok.

Setidaknya 50 personil dikerahkan. Tim gabungan yang dibentuk itu, ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Senin (3/6), akan fokus ke permasalahan inti dan pemeriksaan saksi.

“Pemeriksaan saksi terlebih dahulu untuk mendapatkan motif pelaku membunuh Adik Jhon Kei (Tito Kei),” jelas Rikwanto.Selain itu, penyidik kepolisian juga terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), guna mendapatkan gambaran dan kronologis kejadian penembakan secara detail dan jelas.

Rikwanto menyatakan penyidik akan memeriksa saksi secara intensif, kemudian menelusuri apakah Tito memiliki latar belakang permasalahan. “Apakah ada masalah perselisihan mungkin antar geng, atau dalam kapasistasnya sebagai pengacara,” ujar Rikwanto.

Kabid Humas menuturkan penyidik juga akan mencari apakah menemukan suatu kasus menonjol atau konflik yang menimbulkan ancaman terhadap Tito hingga terjadi penembakan.

Sebelumnya, pengacara sekaligus adik Jhon Refra Kei, Tito Kei tewas ditembak seseorang tidak dikenal di depan warung rokok di Jalan Raya Titian Indah RT03/011, Kalibaru, Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (31/5) sekitar pukul 20.00 WIB.Selain menembak Tito, pelaku juga menembak Ratim, pemilik warung rokok, hingga tewas. Tito dan Ratim tewas ditembak penembak misterius saat main kartu domino bersama tiga orang temannya, Hans, Gerry dan Petrus.

Namun, penyidik Polda Metro Jaya mengungkapkan, para saksi yang telah dimintai keterangan, tidak ada yang melihat jelas ciri dari pelaku penembakan Tito Refra Kei. “Ketiga teman Tito masih belum bisa memastikan ciri pelaku, keterangan masih berbeda-beda,” jelas Rikwanto

Hingga kini, sambung Rikwanto, polisi masih mendalami keterangan empat orang saksi, yakni Gerry, Hans, Petrus dan Popon, seorang perempuan anak Ratim, pemilik warung rokok yang ikut tewas ditembak oleh pelaku.Rikwanto menyebutkan beberapa saksi melihat pelaku mengenakan jaket, baju kaos dan helm, namun ada saksi lainnya mengatakan pelaku menggunakan topi.

“Yang jelas mereka mengatakan setelah menembak, pelaku langsung balik badan dan berjalan seperti biasa,” ujar Rikwanto.Rikwanto menambahkan ketiga rekan Tito tidak dapat memastikan ciri pelaku, karena saat kejadian fokus terhadap kondisi dan memberikan pertolongan terhadap korban. (MARD/ANT)