Akankah Nasib Orange TV Sama dengan Astro?

Jakarta, Sayangi.com – Para pemirsa setia Premier League mulai musim depan terpaksa harus merogoh kocek untuk menyaksikan klub kesayanganya dilayar kaca. Pasalnya, melalui hak siar yang didapatkan berkat kerja sama dengan MP&Silva, Orange TV (stasiun televisi berbayar) akan menayangkan Premier League secara nasional dan lengkap per 1 Juli 2013.

Tayangan eksklusif tersebut dipastikan bisa dinikmati pelanggan stasiun televisi berbayar itu hingga tiga musim ke depan. Jumlah laga yang akan disiarkan langsung mencapai 10 partai per minggu. “Program yang ditayangkan secara nonstop ini memungkinkan pelanggan mengikuti perjalanan tim idola mereka dari awal hingga akhir musim,” ujar Greeny Dewayanti, Commercial Director Orange TV, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (1/6).

“Selain menyiarkan laga secara langsung, pemirsa juga disuguhi sejumlah fitur acara pelengkap, semisal highlight Premier League hingga preview dan review pertandingan setiap pekan.” Selain menjadikan Premier League sebagai tayangan unggulan, Orange TV juga menyiarkan sederet kompetisi dan turnamen bergengsi lain.

Program tersebut diantaranya Liga Champion, La Liga, Serie A, Ligue 1, Piala FA, Piala Liga Inggris, Piala Italia, Piala Liga Prancis, Major League Soccer, sampai Liga Brasil dan Liga Indonesia (LSI). Khusus untuk Premier League, total pertandingan yang ditayangkan langsung mencapai 380 partai per musim. Sementara itu, jumlah laga yang disiarkan jika menyertakan semua kompetisi sekitar lebih dari 2.000 partai per tahun.”Semoga siaran kami bisa menjadi pilihan terbaik bagi penggemar sepak bola di Indonesia,” ucap Greeny.

Kasus serupa pernah terjadi pada tahun 2007, ketika hak siar Liga Inggris didapatkan oleh Astro sebagai stasiun televisi berbayar. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), saat itu, Muhammad Nuh, mengatakan bahwa pihaknya telah meminta kepada PT Direct Vision selaku operator televisi berlangganan Astro untuk memberikan ke publik hak menonton siaran sepakbola Liga Inggris.

“Kami sampaikan kepada Astro, ada dua aspek tentang penyiaran Liga Inggris, yaitu ada hak publik. Hak publik harus segera dikembalikan ke publik. Publik biasanya bisa menikmati siaran itu tidak berbayar melalui TV terestrial itu harus dipenuhi lebih dahulu,” kata Menkominfo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI di Gedung Parlemen di Jakarta, Senin. Nuh mengatakan, masyarakat tidak mau tahu mengenai tender internasional hak siar Liga Inggris yang dimenangkan oleh ESPN Star Sport, dan untuk Indonesia hak siar tersebut dipegang hanya oleh Astro.

“Masyarakat hanya mengharapkan dulu mereka bisa melihat siaran Liga Inggris dengan mudah dan gratis di TV mana pun, sekarang harus berbayar,” ujarnya. Mengenai aspek kedua terkait Liga Inggris, kata Nuh, adalah dari sisi keadilan berbisnis. “Urusan keadilan berbisnis itu dibawa ke KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha), yang akan menilai dan menyelesaikan,” katanya.

Menkominfo mengemukakan, melihat ada dua dinamika terkait siaran Liga Inggris ini yaitu dinamika global dan dinamika domestik. “Dinamika global yaitu hak siar Liga Inggris ditenderkan secara internasional dengan harga dua kali lipat, yang dimenangkan oleh grup Star TV. Grup Star TV memberikan hak siar kepada Astro Malaysia yang memberikan hak siar lagi kepada PT Direct Vision di Indonesia,” kata Nuh. Sedangkan, dinamika domestik adalah yang terjadi di Indonesia yaitu hanya PT Direct Vision sebagai perusahaan sub-ordinat Astro Malaysia yang mendapatkan hak siaran Liga Inggris.

“Bila dilakukan maka perusahaan domestik yang menjadi sub-ordinat perusahaan global akan mematikan perusahaan domestik lainnya karena tidak punya akses,” kata Nuh. Semoga Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring bisa mencontoh hal yang pernah dilakukan oleh M. Nuh sehingga tayangan Premier League bisa dinikmati masyarakat luas. (RH/ANT)