Johan Budi Keluhkan Rendahnya Vonis Terpidana Korupsi

Surabaya, Sayangi.com – Dalam seminar yang membahas Independensi KPK di Auditorium Unair, Surabaya, Senin (3/6), juru bicara KPK Johan Budi menegaskan, KPK merupakan lembaga yang independen secara institusi, karena di bawah Presiden selaku Kepala Negara, bukan Presiden selaku Kepala Pemerintahan.

“Tapi, secara anggaran, kita bergantung kepada ‘political will’ dari Presiden dan DPR, karena KPK bertanggung jawab kepada publik. Kita juga bergantung kepada masyarakat, seperti dalam kasus anggaran Gedung KPK,” katanya.

Secara teknis, KPK juga bergantung kepada aparat penegak hukum lain. Dalam hal ini, Johan Budi mengeluhkan rendahnya vonis terhadap terpidana korupsi. “Kita sudah berupaya menuntut 12 tahun, tapi hakim hanya memvonis empat tahun. Artalitha juga hanya kena 2,5 tahun dan diberi remisi segala, Gayus Tambunan juga bisa jalan-jalan,” katanya.

Padahal kerugian negara dari hasil korupsi yang diungkap KPK Rp150 triliun lebih dari aset dan triliunan uang tunai, katanya, setara dengan 100 juta rumah sederhana, 14,5 miliar liter susu untuk balita, 221 juta siswa penerima BOS (bantuan operasional sekolah), dan sebagainya.

Sementara itu, pakar politik Unair Drs Hariyadi MSi selaku pembicara lain menegaskan bahwa independensi KPK sangat ditentukan penguasa dan parpol, karena kedua lembaga itulah yang menggerakkan demokrasi tapi sekaligus mampu menggerus demokrasi itu sendiri.

“Itu bergantung kepentingan penguasa dan kepentingan parpol, karena itu KPK harus memiliki lembaga kontrol agar kuat dalam memegang teguh independensi itu. Kasus Sprindik jangan terulang, karena sekali ada komisioner yang terlibat korupsi, maka KPK akan habis,” katanya.

Lain halnya dengan pembicara lain yang juga pakar hukum Unair Prof Dr Didik Endro Purwoleksono SH MH. “Saya setuju kalau KPK juga melakukan pencegahan, bukan hanya penindakan, karena kasus korupsi itu seperti tidak ada habisnya. Misalnya, mahasiswa harus tahu bahwa tidak disiplin itu korupsi juga, korupsi waktu,” katanya. (MARD/ANT)