Disunat Rp 900 Ribu

Gibran seorang bocah cerdas berusia 7 tahun. Ia ingin tahu, se-Maha Pengurah apa Tuhan. Maka ia pun menulis sepucuk surat berisi permintaan “bantuan dana” Rp 1 juta untuk membeli mainan. Surat itu ia poskan di Kantor Pos terdekat, dengan alamat tujuan: “Kepada Yth, Tuhan, di Surga”.

Petugas Kantor Pos yang membaca surat itu lalu mengirimkan surat dimaksud ke Balaikota. Di Balaikota, surat dibalas oleh petugas Humas, dengan tak lupa menyelipkan uang Rp 100 ribu. “Untuk anak sekecil Gibran, uang Rp 100 ribu pasti besar maknanya,” pikir petugas Humas.

Gibran yang menerima “surat balasan dari Tuhan” itu tentu girang bukan main. Ia lalu menulis di buku harian: “Terima kasih Tuhan, engkau sungguh Pemurah. Yang aku sesalkan, mengapa surat balasanmu harus lewat Balaikota. Uang kiriman-Mu disunat Rp 900 ribu.” (MS)