Hempaskan Pacers, Heat Capai Final NBA

Miami, Sayangi.com – LeBron James mencetak 32 angka dan juara bertahan Miami Heat melaju ke final NBA untuk tahun ketiga secara berturut-turut pada Senin (Selasa WIB) berkat kemenangan 99-76 atas Indiana Pacers.

Heat menguasai empat pertandingan berbanding tiga di final Wilayah Timur yang menggunakan format best-of-seven, dan mengunci tiket final NBA melawan San Antonio Spurs yang akan dibuka pada Kamis di Miami.

“Mereka agresif. Mereka memiliki insting membunuh, itu terlihat di mata mereka,” kata pelatih Pacers Frank Vogel perihal Heat. “Mereka sulit akan ditaklukkan. Pergerakan bola mereka spektakuler.” Dwayne Wade membukukan 21 angka melalui tujuh dari enam tembakan dan melakukan sembilan rebound untuk Miami sedangkan James, yang membukukan delapan dari 18 tembakan dari lapangan, melakukan delapan rebound dan Chris Bosh berkontribusi sembilan angka dan delapan rebound untuk Heat.

“Ini mengenai menemukan cara untuk menang di kandang,” kata Wade. “Ini adalah pertandingan ketujuh. Anda harus memberikan semua yang Anda miliki. Rekan-rekan setim saya melakukan beberapa hal untuk melonggarkan saya dan itulah yang membuat saya mudah bergerak.” Heat kalah dari Dallas pada seri kejuaraan 2011 namun menaklukkan Oklahoma City untuk memenangi mahkota tahun lalu.

“Pergi ke final dalam tiga tahun berturut-turut merupakan sesuatu yang mengagumkan,” kata Wade, yang memiliki pencapaian perolehan angka terbaiknya sejak 23 April. “Saya gembira kami dapat melakukannya.” Miami memenangi kedua pertemuan mereka dengan Spurs di musim reguler, namun masing-masing tim membangku cadangkan para pemain papan atasnya, sehingga kedua pertandingan itu tidak dapat menjadi ujian sebenarnya terhadpa apa yang dapat mereka tawarkan untuk meraih gelar.

“Kami menyelesaikan dua seri yang keras dan sekarang kami harus siap terhadap apa yang akan dilemparkan tim hebat kepada kami,” kata Wade.

James, pemain terbaik NBA, berencana untuk membawa Heat memperlakukan Spurs dengan cara yang sama seperti yang mereka lakukan pada rival-rivalnya di playoff.

“Rencana permainan kami tidak akan berubah,” janji James. “Kami mengacaukan. Kami terbang di sekeliling. Kami saling membantu. Kami berbagi bola saat menyerang. Satu-satunya hal yang berubah adalah lawan yang akan kami hadapi.” Miami memenangi drama pada Senin dengan mendominasi kuarter kedua, mengungguli Indiana 33-16 untuk memimpin 52-37 pada masa turun minum.

“Babak pertama begitu membuat putus asa,” kata Vogel. “Berikan pujian pada mereka. Dengan musim mereka yang sudah maksimal, mereka hanya membawanya ke level lain.” “Mereka memberi pelajaran pada kami. Tim ini telah ada sebelumnya. Mereka tahu bagaimana untuk menang. Mereka tahu bagaimana merusak pertahanan kami dan memaksakan kehendak mereka terhadap permainan ini.” James mencetak 18 angka pada babak pertama dan berkata pola pikir Miami adalah bermain agresif.

“Hanya menang, dengan cara apapun,” kata James. “Kami datang dan melakukan pekerjaan.” Pacers melakukan 15 turnover pada babak pertama, 10 kali lebih banyak daripada Miami, dan Heat melakukan delapan steal di babak pertama berbanding hanya dua bagi Indiana. Sepanjang pertandingan, Miami hanya memiliki 11 turnover, setengah dari seluruh turnover Indiana. Miami melakukan 11 steal. Indiana hanya empat.

“Kami terlalu banyak membalikkan bola,” kata pemain Indiana David West. “Dengan tim sekaliber ini di kandang mereka sendiri, ini sulit diatasi.” Pada babak kedua, Heat kembali memperbesar marjin keunggulan dan menjauhkan diri dari kejaran Pacers sampai pertandingan usai.

“Hormat kami kepada Pacers. Mereka membuat kami bermain lebih baik,” kata pelatih Heat Erik Spoelstra. “Kami harus memainkan permainan terbaik kami sepanjang seri untuk dapat menuntaskannya. Kompetisi ini mengeluarkan kemampuan terbaik kami. Terdapat momen-momen mengerikan.” Roy Hibbert memimpin Indiana dengan 18 angka, namun Pacers kurang satu game untuk mencapai final NBA untuk pertama kalinya sejak 2000.

“Kecewa namun menatap optimis terhadap masa depan,” kata Vogel mengenai kesedihan di ruang ganti timnya. “Saya meminta mereka tetap menegakkan kepala. Tidak seorang pun menduga kami dapat melaju sejauh ini. Kami melampaui banyak hal untuk mendapatkan perhatian dari seluruh negeri.” “Sekarang semua orang tahu siapa Indiana Pacers.” (RH/ANT)