Diduga Hamil, Siswi SMP Dibunuh

Tulungagung, Sayangi.com – Seorang siswi SMP yang sedang hamil muda ditemukan tewas terkubur di pekarangan kosong, Desa Botoran, Kedungwaru, Tulungagung, Selasa (4/6). Satuan Reserse dan Kriminal Polres setempat sedang memburu pelakunya.

Sekarang, ungkap Wakapolres Tulungagung Kompol Indra Lutrianto, sedang menyiapkan satu unit buru sergap untuk menyelidiki kasus itu. “Masih kami selidiki. Kalau melihat kondisi mayat yang terkubur, jelas ini pembunuhan,” tandas Kompol Indra Lutrianto.

Namun Indra tidak menyinggung, kemungkinan korban bernama Fitria Putriani, siswi SMP Negeri 5 Tukungagung itu mengalami pelecehan seksual sebelum dibunuh.

Hanya saja, bila melihat kondisinya yang nyaris telanjang, hanya mengenakan celana dalam jenis hotpan dan bra, warga setempat yakin, korban mengalami kekerasan seksual sebelum dibunuh.

“Baju seragam pramukanya ditemukan tak jauh dari lokasi ia terkubur. Bisa jadi korban diperkosa dulu atau semacamnya,” kata Fendi Herlambang, salah seorang warga yang menyaksikan proses evakuasi mayat.

Selain seragam pramuka, polisi juga menemukan tas sekolah, sepatu serta sebuah buku diari milik korban. Seluruh barang bukti terkumpul di satu tempat, tak jauh dari posisi mayat.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa beberapa potongan bambu yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh korban dengan cara dipukul.

Jasad Fitria Putriani pertama kali ditemukan oleh Suliati (37), seorang warga sekitar yang curiga ada tumpukan bata merah serta potongan esbes yang membujur ke arah utara di tengah pekarangan kosong yang selama ini menjadi tempat pembuangan sampah.

Kecurigaan Suliati semakin kuat karena dari lokasi tumpukan bata merah itu merebak bau busuk bangkai.”Saya kaget karena saat mencoba mencongkel potongan atap asbes dan bata merah tadi dan melihat ada tangan manusia,” tutur Suliati yang kemudian melaporkan ke suami dan warga sekitar. (MARD/ANT)

Tak lama setelah mendapat laporan warga, polisi langsung ke tempat kejadian perkara sekitar pukul 13.00 siang tadi, langsung memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

“Identitas korban diketahui dari seragam pramuka yang terdapat nama sekolah. Dari sinilah identitas Fitria Putriani diketahui beralamat di Desa Wajaklor, Kecamatan Boyolangu,” terang salah seorang anggota tim identifikasi Polres Tulungagung.

Berdasarkan keterangan sementara yang berhasil dikorek polisi dari pihak keluarga, Fitria Putriani sudah tidak pulang sejak hari Sabtu (1/6). Kabar yang beredar di media jejaring sosial blackberry massanger (bbm), Fitria Putriani sedang hamil muda. Selain itu, sumber di kepolisian menyebut, di ponsel korban ditemukan rekaman video mesum yang dimainkan oleh korban bersama pacarnya. (mard/ant)