Pemberkasan Kasus Cebongan Sudah Selesai

Jakarta, Sayangi.com – Pemberkasan tersangka kasus penyerbuan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta, yang menewaskan empat orang tahanan, telah selesai. Demikian diungkap Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Moeldoko.
 
“Saat ini, Mahkamah Militer tengah bekerja untuk segera menggelar pengadilan. Proses pemberkasan seluruh tersangka kasus Cebongan sudah selesai. Kami sudah serahkan sepenuhnya kepada Mahkamah Militer. Yakinlah Mahkamah Militer bekerja sesuai aturan,” jelas Moeldoko usai silahturahmi dengan Pimpinan Redaksi Media Massa di Mabes TNI AD Jakarta, Selasa (4/6).

Seluruh tersangka kasus penyerbuan Lapas Cebongan akan diadili melalui pengadilan militer. Rencananya, pengadilan militer akan digelar di Yogjakarta lantaran lokasi tempat kejadian perkara masuk ke ranah hukum Kodam IV diponegoro, Yogyakarta.

Selama proses penyelidikan, tim investigasi kasus Cebongan sudah memeriksa sekitar 56 saksi. Seluruh saksi juga akan memberikan kesaksian pada persidangan yang akan digelar secara terbuka tersebut.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono sebelumnya mengatakan dari sebelas pelaku penyerangan itu, sembilan orang di antaranya terlibat langsung dalam penyerbuan Lapas, sementara dua orang lainnya berusaha mencegah.

Kendati demikian, kata Panglima TNI, sebelas pelaku penyerangan itu akan diserahkan ke Pengadilan Militer.

Ia mengatakan bahwa persidangan tersebut akan berjalan secara transparan, bahkan dirinya mempersilahkan masyarakat dan media dapat mengawasi persidangan tersebut, sehingga persidangan itu benar-benar memenuhi rasa keadilan sebagaimana yang diharapkan bersama.

Agus mengaku tidak mencampuri pasal yang dikenakan terhadap para tersangka.

“Urusan pasal saya tidak boleh ikut campur,” ujarnya.

Seperti diketahui, TNI AD menyatakan 11 anggotanya terlibat kasus penyerangan lapas pada 23 Maret lalu. Dua dari pelaku yang terlibat disebut berusaha mencegah aksi tersebut, tetapi gagal.

Pelaku juga mengaku kepada tim investigasi TNI AD menggunakan enam senjata, di antaranya AK-47 dan replikanya.

Ketua Tim Investigasi dari TNI AD Brigjen TNI Unggul K Yudhoyono mengatakan penyerangan tersebut merupakan tindakan seketika yang dilatari jiwa korsa dan membela kehormatan kesatuan.

Latar belakang penyerangan adalah pengeroyokan dan pembunuhan terhadap Serka Heru Santoso di Hugo’s Cafe pada 19 Maret 2013 dan pengeroyokan terhadap mantan anggota Kopassus Sertu Sriyono pada 20 Maret 2013.

Dalam peristiwa penyerangan ke Lapas, empat tersangka kasus pembunuhan Serka Santoso ditembak mati yakni Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, dan Yohanes Juan Manbait.

Pelaku membawa serta rekaman CCTV dan aksi tersebut hanya dilakukan selama sekitar 15 menit. Seluruh rekaman CCTV kemudian diakui dibuang di Sungai Bengawan Solo.

Menurut Unggul, para pelaku menyatakan sepenuhnya sadar dan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya apa pun risikonya. (MARD/ANT)