Lelang Kayu Suburkan Pembalakan Liar

Jepara, Sayangi.com – Cukong-cukong kayu tidak pernah mati akal. Sekarang tidak lagi membiayai petani miskin melakukan pembalakan liar. Cukup menunggu di tempat pelelangan kayu hasil curian.

Fakta-fakta itulah yang diungkap Direktur Multistakeholder Foresty Programme (MFP) – Yayasan Kehati Diah Y Raharjo, di sela-sela penyerahan sertifikat legalitas kayu (SVLK) yang menjadi rangkaian pelaksanaan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) yang diprakarsai Yayasan Kehati dan Kementerian Kehutanan, di Jepara, Selasa (4/6) ini.

“Di Kalimantan, bisa dipastikan kayu yang dibeli tanpa dokumen resmi sampai kabupaten pasti ditangkap oleh tim terpadu, baik dari Kementerian Kehutanan, polisi, dan sebagainya,” ungkap Diah.

Modus itu terbilang canggih. Sebab, beber Diah, kayu-kayu yang diamankan dari para cukong itu nantinya selalu dilelang dan akan dimenangkan juga oleh para cukong. “Namun bedanya, kayu hasil lelangan itu sudah dilampiri dengan dokumen legal,” imbuh Diah.

“Kebanyakan industri bisa dipastikan mendapatkan kayu dari hasil lelangan itu yang sudah dilampiri dengan dokumen legal. Kami menemukan kasus semacam itu di Kalimantan dan Riau, yang menang lelang cukong lagi,” katanya.

Praktik yang akhirnya menjadi semacam pelegalan kayu-kayu curian itu berlangsung secara terus-menerus, lanjut dia, sebab kayu-kayu sitaan yang dilelang itu nantinya juga akan menjadi kayu berdokumen resmi.

Karena itu, kata Diah, banyaknya upaya sertifikasi hutan dan pengelolaan hutan lestari dengan sertifikasi tidak akan berhasil optimal menekan “illegal logging” jika praktik-praktik semacam itu terus dilakukan.

Praktek semacam itu juga diakui oleh Direktur Bina Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Hutan Kemenhut Dwi Sudharto. Hal itu, timpal Dwi Sudharto, justru menghambat upaya pencegahan pembalakan liar dan langkah sertifikasi hutan.

“Di dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Pembalakan Liar, nanti akan diatur masalah itu. Jadi, tidak boleh ada lagi lelang kayu-kayu temuan agar tidak dimanfaatkan oleh para cukong berbuat semacam itu,” katanya.

Nantinya, Dwi menegaskan kayu-kayu temuan yang diamankan karena tidak dilengkapi dokumen resmi tak akan lagi dilelang, melainkan dimusnahkan sebagaimana yang akan diatur dalam regulasi tentang pembalakan liar. (MARD/ANT)