Tercium, Pengangkatan Direktur Antam Sarat ‘Permainan’

Jakarta, Sayangi.com – Setelah dikritik mengenai birokrasi reformasi, kini kabar tak sedap kembali berembus di PT Aneka Tambang (Antam), Tbk. Perusahaan milik negara itu diduga tidak profesional dan sarat ‘main mata’ dalam menggelar fit and proper test (FPT) terhadap para calon jajaran direksinya, menjelang rapat umum pemegang saham (RUPS).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sayangi.com dari Kementerian BUMN, terdapat beberapa calon direksi yang mengikuti FPT. Mereka adalah Dody Martimbang, Carry F Mumbunan, Tedy Badrujaman, Hari Wijayanto, Agus Yulianto, Hendra Santika, Kartobi, I Made Surata, dan Sutikno.

Mengenai adanya FPT ini dibenarkan oleh Pemerhati Pemerintah dan BUMN Ahmad Subagja. Menurutnya, peserta yang mengikuti FPT berjumlah sembilan orang dan merupakan FPT terakhir yang dilakukan Kementerian BUMN. Awalnya kata dia, ada sekitar 67 calon direksi yang berasal dari senior manager, direktur anak perusahan, dan seluruh kepala unit PT Antam, Tbk yang mengikuti FPT.

Kemudian dari jumlah itu terjaring menjadi 34 orang, lalu kembali mengerucut menjadi 24 orang, hingga penjaringan terakhir menjadi 8+1 calon direksi. Namun, sayangnya terdapat nama baru yang tiba-tiba muncul di akhir penjaringan dan tidak mengikuti tahapan seleksi dari awal, yakni nama Sutikno.

Dari sembilan calon direksi, tutur Ahmad, kesemuanya mengikuti penjaringan dari awal, dan hanya Sutikno yang hanya mengikuti FPT sekali, yakni pada FPT terakhir. Bahkan dari sekian banyak calon direksi yang mengikuti FPT, hanya Sutikno yang bukan berasal dari jajaran Antam.

“Kita semua tahu, kalau pemerintah atau BUMN punya tim khusus untuk menentukan orang di suatu jabatan. Jangan memilih orang yang asal-asalan, apalagi orang bermasalah,” ujarnya, Rabu (5/6/2013).

Menurutnya jika hal ini dibiarkan, maka akan muncul anggapan dari masyarakat bahwa birokrasi yang terjadi di BUMN tidak transparan, terutama ketika menempatkan seseorang sesuai dengan posisinya.

“Jadi harus hati-hati dalam mempromosikan direksi-direksinya. Jangan sampai ada nepotisme dan mengangkat orang yang bermasalah, karena semua ada aturannya,” jelas dia.

Dijelaskan, FPT yang digelar di Kementerian BUMN ini terdiri dari beberapa panelis, antara lain Deputy Bidang Industri Primer Kementerian BUMN Zamkhani, Asisten Deputi 1 Kementerian BUMN Sumyana Sukandar, dan Sekretaris Kementerian BUMN Imam A Putro.