KPK Periksa Saksi Century ke Australia

Jakarta, Sayangi.com Untuk lebih mendalami kasus bail out Bank Century, KPK berencana memeriksa Galouh, mantan staff Deputi Gubernur Bank

Indonesia yang sedang mengikuti pendidikan di Australia.

“Memang benar ada rencana memeriksa staf BI yang bernama Galouh A.W.,” beber Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Rabu (5/6) tadi.

Johan menjelaskan hingga kini dia belum mengetahui status Galouh, namun berdasarkan informasi yang didapat saat ini dia sedang melanjutkan

pendidikan di Australia. “Kenapa jauh-jauh memeriksa dia, tentu ada hal-hal penting yang perlu didalami oleh penyidik terkait kasus ini,” jelas

Johan Budi, juru bicara KPK.

Rencananya tiga orang penyidik akan diberangkatkan ke Australia pekan depan. Selain Galouh, Johan menjelaskan, belum diketahui apakah para

penyidik hanya akan memeriksa Galouh atau akan ada terperiksa lain di Australia terkait kasus Century.

Sebelumnya, terkait kasus yang sempat menghebohkan ini, penyidik KPK telah memeriksa Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati pada 30

April dan 1 Mei serta 3 Mei di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC Amerika Serikat.

Hal itu karena Sri Mulyani pada 2008 menjabat sebagai ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK) saat Century mendapatkan FPJP dari lembaga

tersebut.

Pernyataan Johan Budi menegaskan keterangan Ketua KPK Abraham Samad yang menyatakan ada seorang pejabat Bank Indonesia yang akan diperiksa

terkait dengan kasus Century. “Ada yang di Australia, pejabat Bank Indonesia yang sedang ikut pendidikan dan latihan di sana,” jelas Abraham di

Jakarta pada Senin (20/5). Pejabat yang dimaksud oleh Abraham, diduga bernama Galouh.

Hingga kini KPK sudah memeriksa sejumlah pejabat BI seperti Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah yang pernah menjabat sebagai Direktur Direktorat

Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) BI pada 2008.

Kemudian Kepala Kantor BI di Amerika Serikat Wimboh Santoso yang pada 2008 menjabat sebagai Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan Bank

Indonesia, serta memeriksa Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah yang sebelumnya menjabat sebagai direktur bidang Pengawasan BI.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan mantan Deputi Bidang IV Pengelolaan Devisa Bank Indonesia Budi Mulya sebagai tersangka pada 7 Desember

2012. Sementara mantan Deputi Bidang V Pengawasan BI Siti Chodijah Fajriah adalah orang yang dianggap dapat dimintai pertanggungjawaban hukum.

Budi Mulya dikenai pasal penyalahgunaan kewenangan dari pasal 3 Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

sebagaimana diubah pada UU No 20 tahun 2001 tentang perbuatan menguntungkan diri sendiri.

Namun Bank Century awalnya tidak memenuhi syarat untuk mendapat FPJP (fasilitas pinjaman jangka pendek-red) karena tidak memenuhi kriteria

karena rasio kecukupan modal (CAR) yang hanya 2,02 persen.

Padahal, sesuai dengan aturan Nomor 10/26/PBI/2008 tanggal 30 Oktober 2008, syarat untuk mendapat bantuan itu adalah CAR harus 8 persen.

Audit Badan Pemeriksa Keuangan atas Century menyimpulkan adanya ketidaktegasan Bank Indonesia terhadap bank milik Robert Tantular tersebut

karena diduga mengotak-atik peraturan yang dibuat sendiri agar Century bisa mendapat FPJP yaitu mengubah Peraturan Bank Indonesia No

10/26/PBI/2008 mengenai persyaratan pemberian FPJP dari semula dengan CAR 8 persen menjadi CAR positif.

BPK menduga perubahan ini hanya rekayasa agar Century mendapat fasilitas pinjaman itu karena menurut data BI, posisi CAR bank umum per 30

September 2008 berada di atas 8 persen, yaitu berkisar 10,39 – 476,34 persen dan satu-satunya bank yang CAR-nya di bawah 8 persen hanya Century.

BI akhirnya menyetujui pemberian FPJP kepada Century sebesar Rp502,07 miliar karena CAR Century sudah memenuhi syarat PBI; belakangan BI bahkan

memberi tambahan FPJP Rp187,32 miliar sehingga total FPJP yang diberikan BI kepada Century sebesar Rp 689 miliar.

Posisi CAR Century ternyata sudah negatif 3,53 bahkan sejak sebelum persetujuan FPJP artinya BPK menilai BI telah melanggar PBI No

10/30/PBI/2008 yang menyatakan bank yang dapat mengajukan FPJP adalah bank dengan CAR positif.

Selain itu jaminan FPJP Century hanya Rp467,99 miliar atau hanya 83 persen yang melanggar PBI No 10/30/PBI/2008 mengenai jaminan kredit.

(MARD/ANT)