KPU Riau Coret Pasangan Independen

Pekanbaru, Sayangi.com – Pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur Riau 2013-2018 dari jalur independen Wan Abubakar-Isjoni dicoret Komisi Pemilihan Umum sebab jumlah dukungan untuk mereka kurang 19.259 dari 437.170 suara yang dipersyaratkan.

“Dukungan suara untuk pasangan Wan Abubakar-Isjoni masih kurang sehingga pada 1 Juni kami putuskan mereka gagal mengikuti pencalonan,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau Tengku Edy Sabli, di Pekanbaru, Kamis.

Verifikasi faktual yang dilakukan pada awal Juni, juga dihadiri oleh tim sukses pasangan Wan Abubakar-Isjoni dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Riau.

Sampai batas waktu yang diberikan KPU Riau, lanjutnya, jumlah dukungan untuk pasangan ini masih kurang sebanyak 19.259.

“Kami menghitungnya secara tim dan transparan. Ada tim KPU Riau, kemudian tim Wan Abubakar-Isjoni dan tim Bawaslu Riau. Dari hasil hitungan itu, terdapat kekurangan 19.259 suara dari 437.170 suara yang wajib diserahkan,” ucapnya.

Dengan kekurangan itu, maka pasangan ini dipastikan tidak akan ikut tahapan verifikasi faktual dan tidak diikutkan lagi dalam pemeriksaan calon balon gubernur dan wakil gubernur Riau pada Sabtu (8/6).

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2012 tentang Tata Cara Kelengkapan Dukumen Pencalonan.

“Wan Abubakar-Isjoni tidak bisa dilanjutkan ke tahapan faktual dan juga tidak ikut lagi dalam pemeriksaan kesehatan,” tegas Edy.

Dengan gagalnya pasangan Wan Abubakar-Isjoni dalam verifikasi faktual, maka pasangan balon gubernur Riau tinggal tujuh pasang dan semua diusung oleh partai politik.

Mereka adalah Herman Abdullah-Agus Widayat yang diusung sejumlah partai parlemen dan nonparlemen, kemudian Anas Ma’amun-Arsyadjuliandi yang diusung Partai Golkar, Indra Mukhlis Adnan-Aziz yang diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) serta 26 partai nonparlemen.

Achmad-Masrul yang diusung Partai Demokrat dan Partai Bintang Reformasi (PBR), Jon Erizal-Mambang Mit Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejatera, Lukman Edi-Suryadi Khusaini Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Tengku Mukhtaruddin-Syamsurizal dari partai nonparlemen. (HST/ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN