KPU Nunukan Sosialisasi Pada Pemilih Pemula

Nunukan, Sayangi.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mensosialisasikan pemilihan umum di kalangan pemilih pemula di sejumlah SMA di wilayah itu.

Anggota KPU Nunukan Divisi Sosialisasi dan Pemutakhiran Data Pemilih, Andi Dewi, di Nunukan, Rabu (5/6), di depan siswa siswi SMA Nunukan Selatan menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur 2013 dan pemilihan calon anggota DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota 2014.

Kepada ratusan siswa-siswi SMA Nunukan Selatan yang hadir, dia menjelaskan bahwa yang berhak menjadi pemilih adalah warga negara Indonesia yang telah memenuhi syarat diantaranya telah berusia 17 tahun, telah menikah, bukan anggota TNI/Polri dan tidak sedang dicabut hak pilihnya.

Andi Dewi juga mengatakan, siswa siswi yang telah memenuhi salah satu syarat untuk menjadi pemilih harus menggunakan hak pilihnya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh penyelenggara pemilu yakni KPU.

Pada sosialisasi yang dimulai pukul 11.00 Wita tersebut, dia menguraikan pula soal pelaksanaan pemilihan calon anggota DPD RI, DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota dengan mengawali dari jumlah partai politik peserta pemilu 2014.

Pada kesempatan itu, dia meminta agar para siswa menggunakan hak pilihnya pada setiap pemilihan umum atau tidak menganut paham golongan putih (golput).

Menurutnya, pemilih tidak menggunakan hak pilihnya disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor administrasi (tidak terdaftar sebagai pemilih), faktor ekonomi (pemilu dinilai ekonomis), faktor psikologis (bersikap apatis karena prilaku partai dan elit politik) dan faktor teknis (kurangnya sosialisasi).

Untuk mengantisipasi golput bagi masyarakat pemilih, KPU Nunukan telah berupaya maksimal dengan melakukan pendekatan persuasif dengan meminta pro aktif masyarakat yang belum terdaftar sebagai pemilih, memberikan pemahaman kepada pemilih dengan melibatkan akademisi, LSM dan tokoh-tokoh masyarakat.

Kemudian, membangun pencitraan partai dan elit politik yang lebih akomodatif terhadap kepentingan-kepentingan masyarakat, dan memaksimalkan sosialisasi kepada publik tentang pelaksanaan pemilu.

Anggota KPU Nunukan ini juga menjelaskan seorang pemimpin yang dianggap ideal kepada siswa siswi yang merupakan pemilih pemula.

Menurut dia, kriteria pemimpin ideal yakni mampu berpikir secara intelektual, mampu menganalisa dan bertindak, memiliki program yang jelas atau tidak mengada-ada dan berbasis kepentingan masyarakat serta memiliki rekam jejak (track record) yang baik. (HST/ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN