Aktivis Mahasiswa Kepri Tolak Kenaikan BBM

Tanjungpinang, Sayangi.com – Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam beberapa organisasi kemahasiswaan di Provinsi Kepulauan Riau menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), karena membebani hidup masyarakat miskin.

“Kenaikan harga BBM tidak hanya mempengaruhi sektor perekonomian, melainkan juga pendidikan, transportasi dan sosial,karena itu kami menolak rencana pemberlakuan kebijakan tersebut,” kata Ketua Jaringan Informasi Mahasiswa Kepulauan Riau (JIM Kepri) Ari Sunandar, di Tanjungpinang, Kamis (6/6).

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam JIM Kepri, Front Aksi Mahasiswa Indonesia, Barisan Muda Mahasiswa, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tanjungpinang-Bintan, dan Formasi akan menyampaikan penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM tersebut secara terbuka di Gedung Gedung Daerah Tanjungpinang pada Jumat (7/6).

Selain melakukan aksi unjuk rasa, mahasiswa juga mengancam akan menduduki Gedung Daerah jika Pemerintah Kepri belum memiliki sikap yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Kami menilai kenaikan harga BBM ini untuk kepentingan politik yang hanya menguntungkan para politisi, sementara yang menerima dampak dari kenaikan harga BBM adalah rakyat,” ujar Ari.

Sementara Ketua Barisan Mahasiswa Muda Kepri junaidi menambahkan, bantuan langsung tunai sementara yang diberlakukan pada saat harga BBM dinaikan hanya merupakan upaya pembodohan yang ditanamkan kepada masyarakat. Bantuan itu dapat mendorong masyarakat miskin menjadi semakin miskin, karena malas bekerja.

“Bantuan itu bukan jawaban untuk mengatasi kemiskinan. Pemerintah harus menjamin kenaikan BBM tidak mempengaruhi sektor lainnya,” ungkap Junaidi.

Jika pemerintah tidak dapat menjamin stabilitas perekonomian, pendidikan, transportasi dan sosial, maka sebaiknya tidak menaikan harga BBM. Pemerintah harus mencari solusi lainnya, tanpa menaikan harga BBM untuk memperbaiki perekonomian.

“Kami akan lawan kebijakan yang mencekik rakyat,” tegasnya. (HR/ANT)