Subsidi Energi Sedot Rp 193 Triliun

Jakarta, Sayangi.com – Realisasi APBN 2013 masih mengalokasikan anggaran cukup besar untuk subsidi energi. Sekitar Rp 193,8 triliun atau 11,5% dari APBN dialokasikan untuk subsidi BBM, padahal 50% dari subsidi tersebut dinikmati oleh 20% orang terkaya di Indonesia.

Sementara itu, hanya sekitar 2% dari APBN yang dianggarkan untuk Program Bantuan Sosial berbasis Rumah Tangga, seperti Beras Miskin (Raskin), Bantuan Siswa Miskin (BSM), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

“Oleh karena itu, kebijakan subsidi perlu diubah dari subsidi harga komoditas menjadi program yang tepat sasaran kepada kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan,” ujar Sekjen Kementerian Perindustrian Ansar Bukhari. Ansar Bukhari menambahkan, kebijakan pengurangan subsidi BBM dalam jangka pendek akan diikuti dengan peningkatan harga yang akan menekan daya beli masyarakat, terutama rumah tangga miskin dan rentan. Maka diperlukan inisiatif kebijakan jangka pendek yang dapat mempertahankan daya beli masyarakat tersebut.

Program jangka pendek yang akan dilaksanakan oleh pemerintah adalah Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), berupa pemberian dana tunai secara langsung kepada rumah tangga miskin dan rentan, BLSM akan diberikan untuk jangka waktu 5 (Lima) bulan dengan besaran bantuan sebesar Rp 150.000,- perbulan.

“Program ini diharapkan mampu meminimalisir dampak psikologis yang dirasakan masyarakat atas pengurangan subsidi BBM tersebut,” demikian Ansar. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN