PDRB Kaltim Tumbuh 7,42 Persen Per Tahun

Samarinda, Sayangi.com – Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mengatakan, perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim mengalami pertumbuhan rata-rata 7,42 persen per tahun. Dengan pertumbuhan itu, ia memperkirakan perekonomian di daerah akan terus membaik.

“Saya ambil contoh, pada 2008 PDRB Kaltim sebesar Rp314,8 triliun, tetapi pada 2012 mengalami kenaikan hingga mencapai Rp419,10 triliun,” kata Awang saat membuka Pekan Daerah Kontak Tani dan Nelayan Andalan (Peda KTNA) Kaltim di Stadion Madya Sempaja, Samarinda, Sabtu (8/6).

Menurutnya, pendapatan per kapita pada 2008 sebesar Rp36,6 juta per tahun, kemudian pada 2012 naik menjadi Rp43,10 juta per tahun, atau mengalami peningkatan rata-rata 4,17 persen per tahun.

Meski kontribusinya masih belum mampu menyaingi sektor migas dalam pembentukan PDRB, tetapi pembangunan pertanian dalam arti luas telah memberikan dampak besar dalam penyerapan tenaga kerja, pengentasan kemiskinan, dan pengurangan jumlah pengangguran.

Tenaga kerja yang terserap di sektor pertanian dalam ari luas mencapai 35,01 persen. Sedangkan sektor migas dan pertambangan hanya mampu menyerap 11,74 persen tenaga kerja.

Berdasarkan hal itu, lanjutnya, pembangunan pertanian dalam arti luas menjadi prioritas utama. Bahkan hal itu akan terus dikembangkan sehingga dalam pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan semakin mampu meningkatkan perekonomian masyarakat hingga pada industri hulu.

Dia juga mengatakan bahwa jika ditinjau dari luasan lahan yang tersedia dan kecocokan musim, Kaltim merupakan masa depan untuk usaha agorindustri.

Ini berarti sangat cocok untuk pengembangan pertanian berskala besar, seperti pembangunan food and rice estate (pembangunan kawasan tanaman pangan) sehingga akan mampu mendukung ketahanan pangan nasional.

Selain itu, dilihat dari lahan yang tersedia, maka Kaltim juga menjadi daerah yang potensial untuk usaha perikanan baik tambak, danau, sungai, dan laut. Kegiatan ini akan mampu mendukung pencapaian swasembada daging.

“Berbagai kebijakan pengembangan pertanian dalam arti luas ini yang digulirikan oleh Pemprov Kaltim ini harus didukung oleh kabupaten dan kota, pasalnya kepala daerah yang berwenang mendorong pencapaian itu berada di tingkat kabupaten dan kota,” katanya. (MI/ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN