Polisi Gencarkan Pelatihan Kader Anti Narkoba

Jakarta, Sayangi.com – Dibandingkan kota-kota lain, peredaran narkoba di Jakarta sudah sangat meresahkan. Ia telah menjadi ancaman nasional yang menginfeksi berbagai lapisan masyarakat, bahkan telah merambah ke sejumlah anggota kepolisian sebagai aparat penegak hukum yang mestinya menjadi bagian dalam pemberantasan narkoba.

Oleh karenanya, jajaran Polda Metro Jaya melakukan berbagai upaya pencegahan dan penangkapan terhadap pelaku dan pengedar narkoba, baik di internal kepolisian maupun masyarakat secara umum. Upaya itu antara lain pelatihan anti norkoba di lingkungan Mapolres Jakarta Timur Senin (11/6) yang diikuti 130 anggota kepolisian dari 10 Polsek di jajaran Polres Jakarta Timur.

Hal serupa diikuti oleh Polres Jakarta Selatan yang menyelenggarakan pelatihan kader anti narkoba, Selasa (12/6), di Gedung Graha Purna Wira, jl. Dharmawangsa III, kel. Pulo, Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Jumlah peserta yang ikut pelatihan sebanyak 70 anggota kepolisian dari 12 Polsek di lingkungan Polres Jakarta Selatan.

Melalui Pelatihan Kader Anti Narkoba itu diharapkan dapat memberikan bantuan pengetahuan dan memiliki kesadaran serta pengetahuan akan bahaya narkoba.

Maraknya narkoba di masyarakat umum dikarenakan minimnya informasi di lingkungan masyarakat itu sendiri akan bahaya narkoba.

“Peredaran narkoba saat ini memang sudah merajalela, sudah sering dijumpai di mana-mana, baik di kalangan masyarakat umum ya, perkantoran juga, termasuk juga di libgkungan kerja kepolisian. Survei yang sudah kita lakukan itu adalah sekitar 70 persen alkoholik, 60 persen pengguna narkotik yang beredar di tempat-tempat kerja,” kata Edhi Mulyono, Kasubdit Instansi Pemerintah Direktorat Advokasi DBP BNN saat dihubungi wartawan Kamis (13/6).

Menurut Wakil Kepala Satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan, AKP J.  Vivick Tjangkung mengatakan (13/6), adanya pelatihan anti narkoba itu merupakan bentuk jangka panjang dan sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama bagi anggota kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Peserta yang mengikuti pelatihan itu tidak hanya anggota saja, tapi juga berasal dari berbagai bagian. Tidak hanya penyidik, intel, tapi semua bagian agar saling terintegrasi. Diharapkan nantinya dapat menularkan pengetahuannya kepada yang lain,” ucapnya.

Seorang peneliti narkotika Human Institut (HI), Dr. Hadi, M.Si., saat dijumpai di kantornya di Jl. Rambutan 3, Pejaten, Pasar Minggu, Kamis (13/6/13), menyatakan bahwa usaha pihak aparat kepolisian saat ini sudah mulai ditingkatkan dengan cara memberikan dan membentuk skil dan pengetahuan akan bahaya narkoba bagi anggotanya dan masyarakat, teruma bagi orang yang menjaga hukum.

“Kegiatan itu bagus ya. Membantu. Paling tidak memberikan kesadaran. Apa pun yang dilakukan aparat penegak hukum kita dan masyarakat dalam memberantas narkoba, kita harus dukung. Semakin tahun peredaran dan penguna narkoba di Indonesia itu semakin meningkat lo. Jadi, sudah saatnya pihak-pihak terkait bergerak cepat beraksi, jangan hanya menunggu ada laporan saja, harus siap siaga kapan pun. Saya yakin masyarakat juga bantu. Kita semua sepakat berantas narkoba,” tuturnya. (Zavin)