Perkosa ABG, 3 PNS Terancam 15 Tahun Penjara

Waykanan, Sayangi.com – Kelakuan 3 oknum PNS di Pemkab Waykanan sama sekali tidak bisa dijadikan panutan. Pasalnya, ketiga oknum PNS dan satu tenaga honorer Pemkab Waykanan itu tega memperkosa YO (15) secara bergilir. Sadis.

Beruntung, polisi sigap bertindak. Diantara ke-4 pelaku, masing-masing Alfian, Adrian, Andi dan Heru, hanya Heru alias Ari yang berstatus buron. Ketiganya kini sudah dijebloskan ke penjara, bahkan sudah menjalani tahap pembacaan surat dakwaan di sidang peradilan.

Dalam dakwaannya pada sidang tertutup, mengingat korban masih di bawah umur, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nasrullah Syam menyebutkan YO (16) diperkosa oleh Alfian, bendahara rutin Pemkab Waykanan, beserta tiga rekannya di Mushola, Dispenda Kabupaten Waykanan, Selasa (9/4) sekitar pukul 21.00.

Keterangan JPU diperkuat keterangan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Waykanan Tosira. Dalam keterangannya, Tosira menyebut korban dijemput H alias Ari dari rumahnya ke kompleks kantor Pemkab Waykanan. Di Mushola sepi itu YO dipaksa melayani nafsu bejat oleh keempat terdakwa.

Setelah diperkosa korban ketakutan, berlari hingga tercebur sumur. “Baru jam 6 pagi korban ditemukan warga. Saat diangkat dari sumur, bibir menghitam dan tangannya menekuk kedinginan,” ujar Imron, ayah YO.

Warga di sekitar lokasi kejadian mengaku, Rabu (10/4), sekitar pukul 04.00,  mendengar jeritan perempuan minta tolong. Korban sendiri ditemukan pemilik sumur yang saat itu hendak mengambil air wudhu.

“Saat diberi tahu warga anak saya tercebur sumur, saya segera berangkat membawa senter dan sarung. Rencananya saya mau mencebur sendiri menolong anak saya, ternyata anak saya sudah ditolong warga,” ungkap Imron yang tampak memendam kepedihan.

Berdasarkan kesaksian SJ, kakak kandung YO, adiknya bercerita kepadanya, kalau sebelum diperkosa adiknya dipaksa mengisap narkoba yang dibakar.

Buah dari tindakan bejatnya itu, JPU mendakwa pelaku pemerkosaan dengan Pasal 82 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun. (Pur)

Berita Terkait

BAGIKAN