Pasrah: Rakyat Suriah Berharap Banyak Pada Konferensi

Damaskus, Sayangi.com – Kendati kesempatan bagi keberhasilan makin pudar, konferensi mendatang Jenewa tetap penting buat rakyat Suriah sementara sebagian besar dari mereka berharap pembicaraan perdamaian tersebut menjadi awal bagi diakhirinya penderitaan mereka.

Menurut laporan media, konferensi itu mulanya dijadwalkan bagi 8 Juli. Namun tanggal tersebut bagi ditentukan pada 25 Juni, selama pertemuan tiga pihak PBB, Rusia dan Amerika Serikat di Jenewa.

Rakyat Suriah masih optimistis mengenai konferensi itu, dan berharap kegiatan tersebut akan mengakhiri penderitaan mereka serta mengembalikan hidup mereka.

Samira, ibu dua anak, mengalami cobaa sangat berat selama dua tahun belakangan, saat anak-anak dan suaminya selamat dari beberapa pemboman yang menewaskan puluhan orang Suriah serta membuat cacat sejumlah orang lagi.

Perempuan itu telah berjuang sekuat tenaganya untuk membantu anak-anaknya mengikuti pelajaran sekolah sebab ia tak mau mereka kehilangan tahun ajaran seperti dialami banyak anak Suriah.

“Saya sebelumnya dirundung kekhawatiran mulai saat mereka meninggalkan rumah sampai mereka pulang lagi. Saya memandang ke luar rumah melalui jendela dan berdoa buat mereka sepanjang waktu,” kata Samira sebagaimana dilaporkan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. “Itu adalah perasaan yang mengerikan.” Ia mengatakan dua bom telah meledak di dekat toko suaminya dan satu bom lagi meledak di dekat sekolah anak-anaknya. “Saya tak bisa menghadapi pengalaman seperti ini lagi; saya akan meninggalkan Suriah jika konflik terus berlangsung (setelah konferensi perdamaian),” katanya.

Keprihatinan Samira juga menghantui banyak keluarga lain Suriah, yang juga mengkhawatirkan selamatan dan masa depan anak mereka, terutama setelah kerusuhan mencapai Damaskus. Sebelumnya Ibu Kota Suriah tersebut relatif tetap tenang kendati terjadi sejumlah ledakan.

“Saya menunggu hasil konferensi itu dan akan memutuskan apa yang akan saya lakukan setelah itu,” kata Kenaz Hafar, sekretaris di satu perusahaan swasta dan ibu tiga anak. Ia khawatir negaranya akan terjerumus lebih jauh ke dalam kekacauan jika konferensi tersebut gagal.

Sementara itu Menteri Luar Negeri AS John Kerry bertemu dengan timpalannya dari Inggris William pada Rabu (12/6) di Washington guna membahas krisis Suriah, ketika berbagai upaya akan dilancarkan untuk menyelenggarakan konferensi Jenewa.

Meskipun Pemerintah Suriah telah mengkonfirmasi kehadirannya, keraguan masih tinggi mengenai apakah pembicaraan perdamaian tersebut dapat diselenggarakan, sebab oposisi masih tak bisa merapatkan barisan mengenai keikut-sertaan mereka. (FIT/Ant)