Khamenei Tak Pedulikan Pendapat AS

Teheran, Sayangi.com – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mendesak masyarakat Iran untuk hadir dalam pemilihan presiden pada hari Jumat, dan mengatakan ia tidak “peduli” tentang saran AS bahwa pemungutan suara itu tidak adil.

“Yang terpenting adalah bahwa setiap rakyat Iran mengambil bagian,” kata Khamenei yang berbicara langsung di televisi negara saat ia memberikan suara di ibukota Teheran.

“Bangsa kami yang tersayang harus datang untuk memilih dalam Pemilu Iran dengan penuh keaktifan dan kegembiraan. Mereka harus tahu bahwa nasib bangsa ini kegembiraan dan kesejahteraan bangsa ini ada di tangan mereka,” katanya.

Pemilu pada hari Jumat (14/6) adalah pemilihan presiden pertama Iran sejak 2009, ketika kemenangan Mahmoud Ahmadinejad diragukan, maka gelombang protes datang untuk mempertahankan kemenangan Mahmoud Ahmad Dinejad. Bulan itu menjadi bulan terburuk bagi republik Islam Iran.

Khamenei mencemooh keraguan Barat tentang kredibilitas suara.

“Saya baru-baru mendengar bahwa seseorang di Dewan Keamanan Nasional AS mengatakan ‘kami tidak menerima pemilu ini di Iran. Kami tidak peduli,” katanya.

Pada tanggal 24 Mei Menteri Luar Negeri AS John Kerry mempertanyakan kredibilitas pemilu Iran, Ia mengkritik diskualifikasi calon dan menuduh Teheran mengganggu akses internet global.

Dewan Garda Iran, badan menyatakan bahwa semua kandidat telah dilakukan verifikasi, ia juga telah mencoret sejumlah calon dari daftar pemungutan suara termasuk calon dari simpatisan reformasi, mantan presiden Akbar Hashemi Rafsanjani. 

Masayarakat Iran hari ini akan memilih salah satu dari 6 kandidat yang telah disetujui oleh Dewan Garda di Iran.

Khamenei mengatakan, ia tidak memberitahu siapapun siapa yang akan dipilihnya.

“Diantara 6 kandidat yang ada, saya telah memiliki pilihan. Tetapi saya belum memberitahu siapapun tentang siapa yang akan saya pilih. Bahkan dengan keluarga saya, saya tidak memberitahunya. (FIT/Reuters)

“Di antara mereka yang menjalankan … aku punya seseorang dalam pikiran yang saya memilih. Saya belum memberitahu siapa pun (suara saya). Bahkan mereka dekat dengan saya seperti keluarga saya dan anak-anak tidak tahu siapa saya memilih,” katanya .

Khamenei mendesak para pejabat menjalankan pemungutan suara untuk diingat bahwa “suara rakyat yang tersisa dalam kepercayaan dengan mereka.”