Gugatan Praperadilan Antasari Azhar Ditolak PN Jaksel

Jakarta, Sayangi.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan mantan Ketua KPK Antasari Azhar terhadap Mabes Polri terkait penanganan kasus SMS atau pesan pendek bernada ancaman yang dikirimkan kepada Nasruddin Zulkarnaen sebelum ia terbunuh.

“Permohonan praperadilan pemohon (Antasari) tidak dapat diterima,” kata hakim tunggal Didik Setiyo Handono yang memimpin persidangan di PN Jakarta Selatan, Jumat. Hakim Didik menyebutkan, Antasari sebagai pemohon tidak dapat membuktikan laporan yang sebelumnya telah ia layangkan kepada Mabes Polri terkait SMS gelap yang terkirim kepada Direktur PT Putra Rajawali Banjaran yang terbunuh 2011 silam itu.

Hal itu berdasarkan keterangan pihak Mabes Polri sebagai termohon yang menyatakan belum pernah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas laporan bertanda bukti pelaporan Nomor Surat TBL/345/VIII/2011/Bareskrim tanggal 25 Agustus 2011.

Dijelaskan pula, proses penyidikan yang selanjutnya dilimpahkan ke bagian cyber crime Polda Metro Jaya itu ternyata masih terkendala ketidaklengkapan bukti berupa ponsel dan simcard milik korban yang masih berada dalam kuasa jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

“Sehingga pemohon belum waktunya lakukan praperadilan karena harus ada SP3,” jelas Hakim Didik.

Antasari Azhar mengajukan praperadilan kepada Mabes Polri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait laporan mantan Ketua KPK itu mengenai short message services (SMS) bernada ancaman yang diterima almarhum Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, yang belum juga ditindaklanjuti Badan Reserse Kriminal Polri.

Antasari sendiri mengaku tidak pernah mengirim SMS ancaman tersebut. Namun, hingga saat ini, SMS tersebut belum juga bisa dibuktikan. Padahal hasil pengusutan SMS gelap itu diharapkan bisa menjadi bukti baru dalam kasus yang menjerat Antasari dihukum 18 tahun penjara atas kematian Nasruddin. (MSR/ANT)