Tidak Benar Kebijakan Menaikkan BBM Bisa Perbaiki APBN

Jakarta, Sayangi.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS), lewat politisinya Andi Rahmat menyatakan, tidak benar kebijakan Pemerintah menaikkan harga BBM bisa memperbaiki APBN.

“Apa benar APBN menjadi baik kalau kita restructuring? Sama sekali tidak. Kalaupun ICP (Indonesian Crude Price) kita setinggi 120 juta dolar AS, sehat gak APBN kita? ‘Kan tidak juga. Volume (konsumsi BBM) kita naik, ICP juga naik. Angka 2.120 juta dolar itu bukannya tidak pernah kita capai, malah lebih dari itu,” kata Andi Rahmat saat menjadi pembicara pada acara diskusi publik bertajuk “Mengapa Harga BBM Naik dan Dampaknya Terhadap Rakyat Miskin”, kerjasama Sayangi.com dan Perhimpunan Gerakan Keadilan, di Jakarta, Jumat (14/6).

Kebijakan menaikkan harga BBM yang akan ditempuh Pemerintah untuk memperbaiki APBN, menurut Andi Rahmat merupakan metode atau pendekatan restructuring, yang sering dipakai untuk memperbaiki budget. “Namun ada kritik yang muncul. Seorang ahli matematika di Inggris pernah menguji kualitas pengukuran fiskal pendekatan ini. Dia mengatakan, ada kecenderungan pengambil kebijakan mengambil pilihan-pilihan kebijakan bersifat jangka pendek untuk hal-hal yang berisiko jangka panjang,” katanya.

“APBN kita tidak akan pernah sehat, karena masalahnya tidak terletak pada kebijakan hilir, tapi pada kebijakan hulu. Itu yang sejak awal sudah keliru,” tandas Andi. Untuk diketahui, yang termasuk dalam kebijakan sektor hulu ini antara lain kejelasan dan aturan hukum yang mendukung industri, termasuk birokrasi dan pos-pos perizinan yang harus dilalui investor. Sedangkan kebijakan hilir salah satunya menyangkut penjualan langsung migas ke masyarakat. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN