Iwan Piliang: Jarang Pemimpin Mau Cium Keringat Rakyat

Bandung, Sayangi.com – Bagi Iwan Piliang, jurnalis yang pernah mewawancarai Nazaruddin lewat teleconference saat masih buron di luar negeri, Jokowi adalah sosok yang mampu mengubah mindset berpikir pejabat DKI.

Contohnya, ungkap Iwan, saat memberikan pandangan umum di Kongres Relawan Jokowi di Bandung, Sabtu (15/6), adalah sikap Walikota Jakarta Pusat yang semula mengacuhkannya. Tampilnya Jokowi membuat mindset berpikir Walikota berubah. “Bahkan kini dia berteman dengan saya,” jelas Iwan.

Sejak pertemanan itu, Iwan membuat proyek percontohan air bersih di Jl. Abdul Muis, Tanahabang. Proyek itu dinamakan Bang Rojak sebagai singkatan dari Pembangunan Gotongroyong Rakyat Jakarta. “Alhamdulillah, air keruh di Kali Cideng, dengan teknologi sederhana, bisa kembali segar. Kami bisa menebar benih ikan di sana,” terang Iwan.

Padahal, lanjut Iwan, ada gedung MK, RRI, Hankam, Perhubungan, Indosat, Menkopolkam, KESRA semuanya melanggar UU Lingkungan, karena tak ada fasilitas water treatment dalam pembuangan limbahnya. “Saat saya tanya Walikota, dia malah ngomong, jangankan saya yang hanya Walikota, Gubernur aja nggak didengar,” tiru Iwan Piliang.

Sikap merakyat dari Walikota itu, ungkap Iwan, tidak terlepas dari kepemimpinan Jokowi yang mau berbaur dan mencium keringat rakyat. “Saya rasa, sekarang ini sulit kita dapatkan pemimpin yang seperti itu,” tandasnya.

Kenal Jokowi di Dubai

Lucunya, Iwan justru kenal Jokowi pertama kali di sebuah pameran produk Internasional di Dubai, Uni Emirat Arab pada 2009.

Kala itu, Cina memiliki stand pameran seluas 1 hektar. Tapi stand Indonesia hanya
kecil, setara stand milik Rwanda. Di tengah pesmisme itu, ungkap Iwan, dirinya tertarik Stand Rumah Kayu yang dijejali pengunjung. “Wah hebat, punya siapa ini?” tanya Iwan kepada penjaga stand. “Punya Pak Jokowi, Walikota Solo,” jawab penjaga Stand sebagaimana ditirukan Iwan Piliang.

Sejak itu Iwan mencoba mencari tahu sosok si pedagang mebel yang sukses menjadi Walikota, dan Iwan pun yakin, suatu saat orang itu akan jadi pemimpin. (MARD)