Jokowi for President Hingga Teleconference

Bandung, Sayangi.com – Tak dinyana, tercetusnya Kongres Relawan Jokowi ternyata bermula dari temu darat fesbuker.

Demikian ungkap Penanggungjawab Kongres, Efendi Saman yang juga aktivis 1980-an, di sela-sela acara Kongres, di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Sabtu (15/6). Spirit kerelawanan, ungkap Efendi, akan terus dijaga lewat Kongres ini. “Sehingga kami tidak terjebak untuk menjadi Ormas yang mengedarkan proposal kemana-mana,” imbuh Efendi Saman yang akrab dipanggil Epe.

Sekitar 300-an peserta yang datang, papar Epe, berangkat dengan biaya sendiri-sendiri. Mereka tergerak menjadi relawan Jokowi sebab Gubernur DKI Jakarta itu dianggap memberi harapan tentang Indonesia baru yang diimpi-impikan.

“Jadi tidak terlalu berlebihan bila masyarakat berharap Jokowi menjadi Presiden RI di 2014 nanti,” lanjut Epe. “Dia memang baru satu tahun di Jakarta, tapi jangan hanya lihat satu tahunnya, lihat tahun-tahun sebelumnya saat menjadi Walikota Solo,” pinta Epe.

Paling tidak, sambung Epe, Jokowi mampu menciptakan sistem dan mekanisme kerja yang membuat aparat birokrasi sulit melakukan korupsi. “Dan itu pimpinan yang kita butuhkan saat ini,” pungkas Epe.

Di tengah riuhnya Kongres, tiba-tiba suasana berubah hening saat panitia menayangkan teleconference dengan sejumlah nama di luar negeri. Sayang, ruangan sangat sempit hingga Sayangi.com tidak dapat melihat secara jelas, baik gambar maupun materi pembicaraan. Seorang panitia penyelenggara pun hanya menyebut, peserta teleconference berasal dari Amerika Serikat, Cina, Jerman, dan lainnya. (MARD)