PDIP: Waspadai, BLSM Bakal Diklaim ‘Bantuan’ Partai Demokrat

Jakarta, Sayangi.com – Kebijakan pemerintah yang terus ‘ngotot’ menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak didasari alasan yang tepat. Terlebih, pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM dinilai sebagai umpan sogok rakyat oleh partai penguasa.

Politisi PDIP Perjuangan Effendi Simbolon mengatakan, bantuan-bantuan pemerintah setelah penaikan harga BBM cenderung dijadikan alat politik, terutama Partai Demokrat sebagai partai penguasa.

“Indikasi pola-pola dana BLSM, BLT itu tak ubahnya pola sogok-menyogok partai politik,” kata Effendi di Jakarta, Sabtu (15/6/2013).

“Karena pemerintah di sini jelas tidak bisa melakukan pengelolaan sumber daya, khususnya sumber daya alamnya. Padahal kuncinya sederhana, kita segera beralih dari BBM ke bahan bakar non-minyak secara bertahap. Sekarangkan nggak, bukannya pindah malah kita bergelendotan dengan pasar.”

Selain itu, Pemerintah dinilai kurang mengoptimalkan penggunaan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada. Terbukti, kilang minyak yang ada saat ini tidak ada penambahan yang signifikan.

“Pejabat kita ini mudah banget disogok, kenapa kita nggak buat kilang minyak. Padahal pertamina saja belum tujuh persen luas pertambangannya,” jelasnya.

Bahkan kilang minyak yang dimiliki Indonesia saat ini masih peninggalan zaman Soeharto. Setelah itu pemerintah tidak pernah lagi membuat kilang minyak.

“Kilang kita punya, tapi hanya bikinan Suharto dan sekarang ini tidak ada sama sekali,” tutur bekas Calon Gubernur Sumatera Utara itu. (MI)