Sayyed Hassan Nasrallah Larang Pasukannya Lakukan Tembakan

Beirut, Sayangi.com – Pria-pria bersenjata di Lebanon menyambut satu fatwa yang dikeluarkan pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah pada Jumat (14/6) yang melarang penembakan ke udara sebagai ekspresi suka cita.

Pria-pria bersenjata menyambut sambutan pemimpin itu dalam pidato yang disiarkan melalui televisi dan mereka masih melepaskan tembakan ke udara di Beirut tengah. Nasrallah mengeritik fenomena yang dia katakan berbahaya dan provokatif.

“Pada hari-hari libur keagamaan, orang-orang melepaskan tembakan ke udara, pada acara-acara politik, mereka melepaskan tembakan ke udara, pada upacara penguburan syahid, mereka melepaskan tembakan. ketika seseorang lulus sekolah, mereka melepaskan tembakan,” kata pemimpin Hizbullah dukungan Iran itu.

Nasrallah mengatakan dia telah berkonsultasi dengan ulama Syiah di Iran dan Irak, yang mengeluarkan fatwa bahwa praktek tersebut “haram”. Beberapa kali dalam pidatonya dia mendesak hal tersebut dihentikan.

Namun, pada akhir pidato empat jamnya, suara tembakan menggema di sekitar pusat ibu kota Lebanon itu. Tetapi di benteng Hizbullah, di bagian selatan Beirut, sejumlah warga mengatakan pria-pria bersenjata tak melepaskan tembakan dan jalan-jalan senyap.

Hizbullah didirikan pada 1980-an untuk melawan pendudukan Israel dan sekarang pasukannya bertempur bersama pasukan Presiden Bashar al-Assad dalam perang saudara di Suriah. Gerakan itu bagian dari keseimbangan kekuatan yang rapuh dalam pemerintahan sementara Lebanon yang terbagi oleh etnik.

Tetap terlibat Nasrallah mengatakan Jumat bahwa gerakan Hizbullah akan tetap terlibat dalam konflik Suriah setelah membantu pasukan pemerintah menguasai kembali kota Qusayr dari pemberontak awal bulan ini.

“Sebelum Qusayr sama dengan setelah Qusayr. Tak ada perubahan,” kata dia dalam pidato tersebut. “Bukankah konspirasinya sama? Apakah fakta berubah? Sebaliknya pihak lain memenas-manasi konflik ini bahkan lebih.” Kota Qusayr merupakan bekas benteng pemberontak di Provinsi Homs, Suriah tengah, yang berbatasan dengan Lebanon.

Rezim Bashar telah mengatakan pihaknya berusaha merebut kembali bagian-bagian besar kota Aleppo, di bagian utara, dan provinsi yang di sekelingnya. Tetapi belum jelas apakah Hizbullah juga akan bergabung dalam operasi itu.(FIT/Ant)