Memimpin Sementara Pendukung Hasan Rohwani Bersorak

 

 

 

Teheran, Sayangi.com – Peningkatan suara yang didapat Hassan Rohwani mengejutkan bagi semua pihak. Rohwani, perwakilan dari kelompok reformis moderat didukung seniman dan aktivis memimpin sementara Pemilu Presiden Iran yang dilakukan Jum’at (14/6) kemarin. Sebuah kekalahan bisa membuat pendukungnya sakit hati bahkan terasing, namun, kenyataan berkata lain. Ia memimpin perolehan sementara Pemilihan Presiden Iran.

Pada kampanye terakhir, pendukung Rohwani melambaikan tangan dengan menggunakan slayer berwarna ungu menandakan pemimpin yang memiliki identitas warna hijau (kelompok konservatif.Red) diharapkan akan segera hancur dengan meneriakkan yel-yel “Hidup Reformasi”. Rohwani telah menunjukkan kekuatan oposisi Iran dengan memenangkan perhitungan sementara ini. Ia juga mengkampanyekan untuk membebaskan Hossein Mousavi dari tahanan rumahnya selama lebih dari dua tahun, termasuk juga mengkampanyekan pembebasan mantan ketua parlemen Mahdi Karroubi yang menyebabkan beberapa penangkapan dan bentrokan dengan polisi.

Rowhani jauh dari radikal, meskipun ia memimpin Dewan Agung Keamanan Nasional, ia justru lebih fleksibel dengan Barat dalam melakukan negoisasi. Ia memang pernah menjadi utusan yang konsentrasi dalam persoalan nuklir tahun 2003, setahun setelah program atom 20 tahun Iran terungkap. Namun, dia diyakini oleh masyarakat kurang konfrontatif dengan barat dan memberikan forum bagi pejabat seperti mantan presiden Iran, Rafsanjani atau Mohammad Khatami yang membuka ruang reformasi pada 1997 sampai dengan 2005 sekaligus memberikan ruang pada kebebasan sosial, politik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tidak jelas berapa banyak suara para reformis yang dipotong pada Pemilu 2009 silam dari 50 juta pemilih Iran, yang dilaporkan sebanyak 85 persen empat tahun lalu. Di Teheran, terlihat rakyat Iran berbondong-bondong untuk mendatangi berbagai TPS. TV Negara juga menunjukkan video antrian masyarakat yang memberikan suara di berbagai kota. Wartawan luar berada di bawah pembatasan. Iran tidak mengizinkan media luar menjadi pemantau pemilu.

Sementara itu, Setelah melakukan voting, Rafsanjani, mantan presiden Iran yang selama 24 tahun memimpin, mengatakan, dia berharap pemilu akan mengarah pada persatuan nasional. Karena menurutnya, hal itu adalah persyaratan untuk sukses membangun kedaulatan nasional dan tahan dari gempuran asing.

Ali Akbar Nategh Nouri, seorang penasihat yang dekat dengan Khamenei, memperkirakan tidak akan ada putaran kedua Jumat depan. Akan tetapi, Menteri Dalam Negeri Iran, Mostafa Mohammad Najjar mengatakan, “spekulasi apapun tidak diperkenankan sebelum penghitungan suar berakhir. Hasil final diharapkan bisa diketahui Sabtu pagi,” katanya saat ditemui di kantornya. 

Di luar Iran, masyarakat Iran juga melakukan proses pemilihan Umum Presiden negerinya dengan aktif seperti di Dubai, London dan beberapa tempat di seluruh Amerika Serikat. (FIT/Time)

 

 

 

Berita Terkait

BAGIKAN