Hypnobirthing: Pilihan Kate Melahirkan Anak Pertamanya

 

 

 

Jakarta, Sayangi.com – Mendekati hari kelahiran pertamanya, Kate Middleton, sang Duchess of Cambridge ini rencananya akan melakukan terapi hypnobirth. Terapi ini menggunakan kondisi hipnotis yang bertujuan untuk merelaksasi ibu sehingga lebih rileks dan nyaman dalam melakukan proses kelahiran bayinya. Sehaingga, proses ini mampu untuk menghilangkan trauma dan rasa takut serta sakit dalam proses kelahiran. 

Menurut majalah Grazia, hypnobirthing itu dapat mengurangi rasa sakit ketika proses melahirkan tanpa obat – obatan. Tehnik ini dapat membantu wanita untuk menggunakan pikirannya untuk mengendalikan proses melahirkan. Teknik ini juga merangsang hormon endorphin sekaligus memungkinkan produksi hormon oksitosin yang dapat merangsang rahim. Perempuan yang menjalani hypnobirthing ini masih bisa menggunakan penghilang rasa sakit seperti epidural  atau injeksi penghilang rasa sakit, namun banyak wanita yang tidak lagi membutuhkan obat-obatan anastesi saat menjalani proses terapi ini.

Majalah Grazia mengutip pernyataan seorang sumber yang mengatakan bahwa istri pangeran William ini sedang mempelajari metode persalinan tersebut. Seperti dilansir Dailymail, kamis (13 /6/2013) “Dia ingin melahirkan secara alami dengan metode hypnobirthing. Pilihan yang menarik karena ia telah membaca dan mendengarkan CD yang berkaitan dengan metode melahirkan menggunakan terapi hypnobirthing agar bisa menentukan pilihannya dengan benar,” ujar salah seorang juru bicara istana yang tidak mau membenarkan atau menolak berita tersebut. Sebab menurutnya, hal itu merupakan privasi Kate. Dikatakan juga Kate mendengar bahwa banyak temannya menggunakan metode hypnobirthing. “Kate ingin melakukannya dengan rileks,” tambahnya. 

Dikabarkan pula bahwa sang Duchess akan melahirkan anggota baru kerajaan dinasti Windsor ini di St Mary’s Hospital Paddlington di London,tempat dimana pangeran William dilahirkan. Namun jika benar Kate akan menggunakan terapi hypnobirthing untuk melahirkan anak pertamanya, ini akan menjadi trendsetter dimana perempuan di belahan dunia manapun akan mengikuti jejaknya. (FIT/Yahoo.com)