Suriah Jadi Bahasan di KTT G8

Paris, Sayangi.com – Konflik di Suriah menjadi puncak agenda dalam konferensi video pada Jumat antara para pemimpin G8 menjelang KTT mereka pekan depan, dan sehari setelah Amerika Serikat menegangkan kebijakannya tentang Suriah, kata Inggris dan Prancis.

Presiden AS Barack Obama dan para pemimpin Prancis, Jerman, Inggris dan Italia berbicara melalui jaringan video dan melakukan “pertukaran yang luas tentang masalah yang dihadapi KTT G8 terutama mengenai Suriah,” kata seorang pembantu Presiden Prancis Francois Hollande.

Pembicaraan pada Jumat terjadi setelah Gedung Putih mengatakan telah menyimpulkan bahwa Suriah telah menyeberangi garis merah AS dengan menggunakan senjata kimia terhadap pemberontak yang memerangi pasukan Presiden Bashar al-Assad.

Para pejabat mengatakan Washington akan meningkatkan dukungan militer kepada pemberontak, yang dipahami juga dapat mencakup bantuan mematikan Amerika Serikat yang sebelumnya menolak untuk memberikan.

Pembicaraan antara Obama, Hollande, Perdana Menteri Inggris David Cameron, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Italia Enrico Letta, berlangsung hampir satu jam, kata ajudan.

Sebuah pernyataan dari kantor Cameron di Downing Street mengatakan bahwa para pemimpin telah “membahas situasi di Suriah dan bagaimana negara-negara G8 semua akan setuju untuk bekerjasama demi transisi politik untuk mengakhiri konflik.” Mereka juga membahas cara-cara untuk membantu Perdana Menteri Libya Ali Zeidan “berkubu pada demokrasi dan membangun keamanan” di sana, kata pernyataan tersebut menambahkan.

Insiden terakhir di Libya termasuk sebuah serangan bom mobil yang gagal Selasa terhadap diplomat Italia di Tripoli, dan bentrokan di Benghazi Sabtu lalu yang menewaskan 31 orang dan menyebabkan pengunduran diri panglima militer negara itu.

Zeidan adalah di antara sejumlah pemimpin yang Cameron undang untuk menghadiri KTT G8 di Irlandia Utara pada Senin dan Selasa, khususnya pada pembicaraan KTT G8 pada Selasa.

Wakil Penasehat Keamanan Nasional AS Ben Rhodes menggambarkan sesi tersebut adalah sebagai serangkaian konsultasi terakhir yang Obama adakan dengan para sekutunya menjelang pertempuan puncak. (FIT/Ant)