Ingin Saingi Twitter, Facebook Gunakan Hashtag

Amerika, Sayangi,com – Ingin saingi kompetitornya di media sosial, sejak Rabu 12 Juni, Facebook mengumumkan bahwa kata-kata dalam post yang ditandai dengan “#” akan digabungkan bersama. Pengguna dapat melacak percakapan dengan mencari hashtag ini atau mengklik hashtag dalam sebuah post. Ini akan memunculkan sebuah daftar post yang mengandung hashtag itu. Post yang oleh Facebook dianggap paling relevan, seperti yang ditulis oleh teman-teman Anda, akan muncul paling atas. Berikutnya adalah post terbaru yang terbuka bagi publik.

“Hingga kini, belum ada cara sederhana untuk mengetahui gambaran luas mengenai apa yang terjadi atau apa yang dibicarakan orang,” ujar Greg Lindley, manajer produk Facebook yang mengurus hashtag, dalam sebuah tulisan blog. “Hashtag adalah langkah pertama untuk mempermudah pengguna menemukan pendapat orang terkait topik tertentu dan berpartisipasi dalam percakapan publik.”

Pada Maret, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Facebook telah menguji hashtag dalam layanannya selama berbulan-bulan. Instagram, aplikasi berbagi foto yang diakuisisi Facebook pada 2012, telah menggunakan hashtag. Namun ikon tanda pagar itu tidak berguna dalam jejaring sosial Facebook yang lebih luas, sehingga sulit melacak peristiwa yang terjadi secara real-time via Facebook.

Upaya Facebook memakai salah satu fitur paling ikonik di Twitter ini menggambarkan panasnya persaingan antara keduanya. Facebook dan Twitter kini menargetkan pengiklan digital yang sama, meski layanan yang ditawarkan keduanya berbeda. Facebook sering digunakan untuk berhubungan dengan teman dekat sementara Twitter lebih kepada interaksi dengan masyarakat luas. Dengan lebih berpartisipasi dalam percakapan publik real-time, Facebook dapat meraup lebih banyak iklan yang terkait dengan acara-acara penting yang tengah disiarkan di media, seperti pertandingan football Super Bowl atau episode baru sebuah serial TV.

Dalam sebuah rilisan pers, Facebook mengatakan episode “Red Wedding” serial Game of Thrones di saluran TV HBO menarik 5,2 juta penonton dan disebutkan 1,5 juta kali di Facebook.

Juru bicara Twitter menolak berkomentar.

Dalam tulisan blognya, Lindley mengatakan Facebook akan merilis fitur-fitur terkait dalam beberapa bulan mendatang, seperti hashtag apa yang sedang banyak dibicarakan alias trending hashtag.

Tidak setiap post dengan hashtag bisa dibaca publik, tambah Lindley. Pengguna dapat mengatur siapa yang melihat hashtag mereka dengan mengubah-ubah pengaturan privasi untuk post tersebut. (FIT/wallstreet journal)