Jelang Kenaikan BBM, Kendaraan di SPBU Garut Antre

Garut, Sayangi.com – Sejumlah kendaraan roda dua dan empat antre untuk mengisi bahan bakar premium di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (21/6/2013).

Antrean itu terjadi di SPBU 344103 Warungtanjung, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, dan SPBU 3444123 di Kampung Muarasanding, Desa Sanding, Kecamatan Garut Kotaingga.

Pemilik kendaraan mobil dan sepeda motor yang antre di SPBU tersebut tampak mengisi penuh tangki kendaraan berbahan bakar premium.

Salah seorang pengendara mobil yang ikut antre di SPBU Muarasanding, Deri (27) mengaku mendengar kabar ketetapan kenaikan harga BBM mulai diberlakukan pemerintah, Sabtu (22/6).

Ia khawatir kesulitan mendapatkan bahan bakar premium pada hari pertama kenaikan harga BBM, seperti kenaikan sebelumnya.

“Biasanya seperti waktu itu hari pertama kenaikan, BBM tidak ada, saya tidak mau mengalami kesulitan mendapatkan bensin, makanya lebih baik antre sekarang,” kata Deri.

Salah seorang pengendara sepeda motor warga Garut Kota, Syarif mengaku ikut antre setelah mendengar ada kabar dari temannya bahwa kenaikan harga BBM mulai diberlakukan Sabtu.

“Katanya besok (Sabtu) naiknya, daripada besok mahal, sekarang saja isi bensin ‘full’,” katanya.

Salah seorang pengawas SPBU Muarasanding, Komarudin, mengatakan antrean kendaraan terutama sepeda motor mulai terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Ia mengatakan, stok BBM yang teredia di SPBU tidak dilakukan penambahan, bahkan sehari sebelumnya pemesanan BBM ke Pertamina dikurangi karena stok masih tersedia.

“Hari ini hanya pesan 8 kiloliter premium, sehari sebelumnya 16 kiloliter, tidak tahu sekarang cukup atau tidak, tapi kalau kurang tinggal mesan lagi,” katanya.

Pengawas SPBU lain Warungtanjung, Bukhori mengatakan semua kendaraan roda dua dan empat bahan bakar premium mengisi penuh.

Sementara stok BBM yang dipasok Pertamina, kata Bukhori tidak ditambah, setiap kali mendistribusikan untuk premium dan solar sebanyak 16 kiloliter.

“Kalau tahu akan seperti ini terus minta pasokan banyak ke Pertamina takut dikira menimbun, jadi sekarang sehabisnya saja, kalau kurang tinggal pesan,” katanya. (MI/Ant)