Demo BBM di Berbagai Tempat Kian Panas

Jakarta, Sayangi.com – Demo menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di berbagai kota di Indonesia, hingga Jumat (21/6), malam ini.

Mereka menolak rencana kenaikan harga BBM yang diumumkan oleh Menteri ESDM Jero Watjik, didampingi Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menkominfo Tifatul Sembiring., Jumat (21/6), malam ini.  

Di Bekasi, ribuan buruh memblokir pintu gerbang kawasan East Jakarta Industrial Park (EJIP) hingga lumpuh total. Demo serupa terjadi di Kampus Universitas Nasional (Unas), Pejaten, Jakarta Selatan, dan Kampus Universitas Jayabaya di Pulomas, Jakarta Timur, di Bandung, mahasiswa dari berbagai kampus menduduki Jalan Dago, hingga malam hari.

Di Cikarang, Kabupaten Bekasi, aksi berlangsung sejak pukul 10.00 pagi, bermula dari aksi di depan gedung DPRD mereka bergerak ke kawasan EJIP. Semakin sore akumulasi massa bertambah hingga ribuan orang. “Padahal di kawasan EJIP tumpah ruah teman teman buruh menolak aksi kenaikan BBM,” ungkap Massari Sehati, warga setempat,  kepada Sayangi.com.

Anehnya pula, aksi ribuan buruh di Cikarang itu sama sekali tidak diliput televisi. “Itu efek Forum Pemred yang di Bali disuap kondom,” tuding eks Aktifis Forbes Taufan Hunneman. Keanehan itu dirasakan pula oleh Presiden Komite Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Said Iqbal “Padahal seratusan ribu buruh tumpah ruah di sini,” ungkapnya.

Sejak sore hingga malam hari, buruh memblokir gerbang masuk EJIP. Tidak adanya wartawan televisi, Iqbal mengharapkan relawan KontraS memantau aksinya. “Sekarang ribuan buruh sedang berhadapan ribuan tentara dan Brimob, 6 unit water canon dan 5 unit Barakuda,” terang Iqbal.

Di UNAS, aksi masih berlangsung. Mahasiswa memblokir jalan persis di depan kampus mereka. Mahasiswa satu per satu berorasi sambil membakar ban bekas. Aksi serupa terjadi di depan Kampus Universitas Bung Karno (UBK) Jl. Diponegoro. Hingga berita diturunkan mereka masih aksi di depan kampus masing-masing.

Bahkan di Universitas Jayabaya, mahasiswa sempat terlibat aksi bentrok berlawan Polisi yang berusaha membubarkan aksinya. Tercatat seorang mahasiswa luka di kepala, terkena lemparan batu polisi. “Massa baru saja kami tarik,” terang Akbar, Presiden Mahasiswa Universitas Jayabaya.

Dikabarkan pula, aksi serupa, hingga malam ini masih berlangsung di Dago, Bandung. Mahasiswa tumpah ruah ke jalan, menolak kenaikan harga BBM. “Kami tidak butuh BLSM, kami butuh harga-harga kebutuhan pokok yang pasti melambung seiring naiknya harga BBM,” ucap Andika, seorang aktifis mahasiswa ITB yang ikut meluapkan aksinya di jalan.

Berdasarkan informasi yang didapat sayangi.com, aksi akan terus berlanjut hingga tumbangnya pemerintahan yang terbukti menyengsarakan kehidupan rakyat. “Turunkan harga BBM, atau SBY tumbang!” begitu bunyi selebaran yang didapat sayangi.com (Mardikanto)