Pos Polisi Menteng Dibakar Massa

Jakarta, Sayangi.com – Seiring diumumkannya kenaikan harga BBM, “perang jalanan” antara mahasiswa dan polisi pecah, setidaknya di tiga ruas jalan di Jakarta.

Bahkan di Jl. Diponegoro, tepatnya di sekitar bioskop Metropole XXI (Eks Megaria), mahasiswa meluapkan amarahnya dengan membakar Pos Polisi. Aksi diawali saling serang dan lempar batu antara mahasiswa dan polisi.

Di tengah aksi lempar itu, seseorang berperawakan kurus yang mengenakan sweater berkerudung melempar molotov ke Pos Polisi. Seketika Pos Polisi itu terbakar dan hingga setengah jam sebelum berita ditulis masih menjadi tontonan warga.

Selain membakar Pos Polisi, aksi mahasiswa yang dibantu oleh masyarakat di sekitar lokasi juga merusak sebuah mobil tentara yang diparkir dekat Tugu Proklamasi. Pot-pot sepanjang Jl.Diponegoro hingga Tugu Proklamasi dirusak sebagai amunisi untuk melawan semburan gas air mata yang terus ditembakkan oleh polisi.   

Aksi serupa terjadi di kampus Unas, Jl. Sawo Manila sempat diduduki mahasiswa selama berjam-jam sebelum terjadi bentrok yang tak kalah serunya dengan polisi. Kendati berhasil dipukul mundur ke kampus, tapi hingga berita ditulis mahasiswa masih bertahan di areal kampus.

Di Jl. Raya Pasarminggu-Depok, tepatnya depan kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, mahasiswa yang dibantu ibu-ibu dari perkampungan di sekitarnya, tampak memblokir jalan. Mereka berseru agar pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM.

Peserta aksi sempat menghentikan truk Pertamina yang lewat, dan mencoret tangkinya dengan tulisan milik rakyat. Dalam orasinya, mahasiswa mengajak warga sekitar Lenteng Agung bergabung menolak kenaikan BBM.

Di Salemba, mahasiswa UPI dan UKI yang biasanya tidak akur, malam ini tampak berkolaborasi menduduki Jl. Diponegoro hingga Salemba Raya. Masyarakat sekitar pun berdatangan memberikan dukungan. (MARD/Deni)