Bentrok Polisi-Mahasiswa di Jakarta, Makassar, dan Samarinda

Jakarta, Sayangi.com – Pada Jumat larut malam hingga Sabtu dini hari, mahasiswa di sejumlah kota masih melakukan “perlawanan” terhadap opsi yang diambil Pemerintah menaikkan harga BBM. Mereka berencana gelar aksi lebih besar jika keputusan itu tak dicabut.

Di Jakarta, bentrok demo antikenaikan BBM terjadi antara polisi dan mahasiswa Universitas Nasional (UNAS). Tercatat dua petugas Kepolisian (Bripda Andi dan Aiptu Sodikin) dan satu orang pendemo (Reza dari Fakultas Ilmu Komunikasi UNAS) terluka dalam clash di depan Kampus UNAS, Jl. Sawo Matang, Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat malam (21/6) hingga Sabtu dini hari (22/6).

Aksi menjadi tak terkendali setelah mahasiswa mulai melengkapi orasinya dengan membakar ban bekas, melempar batu dan botol ke arah petugas Kepolisian yang berjaga-jaga di lokasi kejadian. Petugas kemudian membalas dengan merangsek dan berusaha membubarkan aksi dengan menyemprotkan gas air mata.

Sabtu dini hari, bentrokan juga terjadi di depan Kampus Universitas Mulawaran, Samarinda, Kalimantan Timur. Kericuhan bermula ketika puluhan mahasiswa Universitas Mulawarman hendak melakukan long march menuju Simpang Empat Mal Lembuswana. Tapi baru bergerak beberapa meter, mereka langsung dihadang oleh puluhan orang aparat keamanan, baik yang berpakaian dinas maupun berpakaian preman. Bentrokan pun tak terhindarkan.

Untuk menghalau mahasiswa agar masuk kembali ke dalam Kampus, polisi kemudian mendatangkan dua mobil water cannon. Namun imbauan Kapolresta Samarinda Komisaris Besar Arief Prapto agar mahasiswa membubarkan diri tak digubris mahasiswa. Mereka malah balas melempari polisi dengan batu dan petasan. Situasi makin meruncing ketika sekelompok orang tak dikenal mencoba masuk menyerbu Kampus.

Situasi menegangkan itu mereda setelah terjadi dialog antara mahasiswa dan polisi. Sekitar pukul 02.15 WITA, polisi yang tadinya berjaga-jaga di depan Kampus Universitas Mulawarman pelan-pelan menarik diri.

Kericuhan nyaris pecah lagi di sejumlah titik di Makassar, saat para mahasiswa memilih untuk bertahan menggelar demo hingga Sabtu dinihari. Mereka berorasi menentang rencana Pemerintah menaikkan harga BBM yang dianggap memberatkan rakyat. Sambil berorasi, sebagian mahasiswa memblokir jalan di sepanjang Jl. Urip Sumoharjo, membakar puluhan ban bekas, dan mematikan sejumlah lampu jalan, sehingga suasana tampak lengang dan menegangkan.

Masih di Makassar, persisnya di samping Kampus Universitas Muslim Indonesia, mahasiwa juga membakar ban bekas dan memblokir jalan dengan menghentikan sejumlah kendaraan yang lewat. Sedangkan mahasiswa Universitas Hasanuddin memblokir jalan di depan kampus mereka, di Jl. Perintis Kemerdekaan. Mahasiswa di Makassar berjanji melakukan demo lebih besar pada Sabtu (22/6) ini jika keputusan Pemerintah menaikkan BBM tidak dibatalkan. (MSR)

 

Berita Terkait

BAGIKAN