Obama Tinggalkan 700 Pasukan Tempur di Yordania

New York, Sayangi.com – Obama mengatakan pada hari Jumat (21/6) bahwa Amerika Serikat meninggalkan sekitar 700 pasukan tempur lengkap di Yordania setelah latihan di sana, atas permintaan Amman. Amerika Serikat sebelumnya memutuskan untuk meninggalkan rudal Patriot dan pesawat tempur di negara ini. Sementara itu, Jordan kuatir terjadi dampak perang Suriah ke dalamnya karena diperkirakan sejumlah setengah juta masyarakat Suriah melakukan pengungsian ke sana untuk menghindari pertumpahan darah.

Dengan Rusia dan Iran mempersenjatai pasukan Assad, dan para pejuang Hizbullah Libanon bergabung untuk berperang atas nama Tuhan, kekuatan Barat telah sepakat untuk meningkatkan pemberian bantuan kepada tentara pemberontak Sunni. Presiden AS Barack Obama, menuding tentara Suriah gunakan senjata kimia dan memutuskan pekan lalu memberikan bantuan militer pada pemberontak Sunni untuk menggulingkan Assad.

Uni Eropa mengangkat embargo senjata terhadap Suriah bulan lalu. Inggris dan Perancis telah berbicara dalam mendukung upaya mempersenjatai para pemberontak, tetapi belum mengambil keputusan apapun.

Negara-negara Barat enggan mempersenjatai pemberontak karena kekhawatiran adanya peningkatan kekuatan gerilyawan Sunni yang telah berjanji setia kepada Al-Qaeda.

Perancis mengirim 16 ton bantuan medis untuk Suriah utara, Jumat, termasuk ahli syaraf untuk tentara pemberontak agar siap untuk menghadapi serangan di kota Aleppo oleh pasukan Assad.

Seorang juru bicara PBB mengatakan para pejabat senior AS dan Rusia akan bertemu untuk menjadi mediator internasional tentang Suriah di Jenewa pada Selasa (25/6) untuk membahas kemungkinan konferensi perdamaian.

Sebuah konferensi perdamaian internasional diperkirakan tidak akan terjadi sebelum bulan Agustus setelah para pemimpin G8 tidak sejalan dengan Rusia. Para menteri luar negeri dari kelompok pendukung oposisi Suriah akan bertemu di Qatar hari Sabtu (23/6) untuk membicarakan bagaimana membantu pemberontak Tentara Pembebasan Suriah mempertahankan kota utara Aleppo.

Para pemberontak telah mengalami kemunduran setelah terkepung di pinggiran Damaskus oleh pasukan pemerintah yang mulai mendapatkan angin atas serangan mereka.

Di Beirut, tentara Lebanon, menutup distrik parlemen pada hari Jumat dan mengancam akan melakukan tindakan tegas perilaku kekerasan setelah malamnya terjadi kerusuhan yang dipicu oleh perang Suriah dan kelumpuhan politik negara. Kekerasan sektarian telah meningkat di Lebanon karena konflik Suriah melintasi perbatasan, di mana Lebanon yang memiliki milisi Syiah Hizbullah dan Lebanon yang mendukung Sunni telah bergabung dan menentang pihak yang berperang.

Seorang menteri Kabinet pimpinan Syiah dalam pemerintahan Irak mengatakan Jumat, bahwa ribuan Muslim Syiah dari Irak dan seterusnya akan mengangkat senjata melawan orang biadab Sunni Al-Qaeda jika rekan Syiah atau tempat suci mereka diserang lebih lanjut.

Hadi al-Amiri, menteri transportasi Irak, kepada Reuters mengatakan, “mustahil untuk duduk diam sementara Syiah sedang diserang. Sementara Amerika Serikat dan sekutu Barat membiayai para pemberontak Sunni.”

Polisi Spanyol menangkap delapan orang pada hari Jumat di wilayah Afrika Utara karena dicurigai merekrut pejuang untuk cabang Al Qaeda di Suriah. (FIT/Reuters)