Bus Persib Dilempari, Laga Lawan Persija Ditunda

Jakarta, Sayangi.com – Persib Bandung tidak hadiri laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) menghadapi tuan rumah Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu, karena diduga mendapatkan intimidasi.

Salah satu intimidasi yang diterima oleh klub yang berjuluk Maung Bandung itu adalah adanya pelemparan terhadap bus yang ditumpangi oleh Sergio van Dijk dan kawan-kawan saat akan menuju stadion. Dengan kondisi itu anak asuh Djadjang Nurdjaman ini tidak sampai ke lokasi pertandingan. Namun kondisi itu tidak mempengaruhi persiapan pertandingan yang ada di dalam stadion terbesar di Indonesia itu.

Tim tuan rumah Persija Jakarta tetap dalam persiapan awal. Bahkan pertandingan pun dilaksanakan sesuai dengan jadwal. Anak asuh Benny Dolo langsung masuk ke lapangan, namun Persib tidak kelihatan. Sang wasit Prasetya Hadi juga sudah terlihat membawa bola di lapangan. Berhubung lawan tidak ada di lapangan akhirnya pertandingan yang biasa disebut “el classico” ini batal digelar.

Manajer Persib Bandung Umuh Mochtar mengaku timnya tidak datang ke stadion bukan karena takut kalah dari Persija melainkan karena adanya faktor gangguan keamanan.

“Semua pemain dan official saya amankan ke Bandung,” kata Umuh Mochtar dengan tegas.

Menurut dia, sesaat sebelum keluar hotel, pihaknya sudah meminta jaminan keamanan kepada pihak panitia pelaksana pertandingan. Setelah mendapat jawaban pasti rombongan Persib langsung keluar hotel. Namun, baru saja keluar langsung mendapatkan intimidasi berupa pelemparan batu dari orang tak dikenal.

Menurut Polda Metro Jaya, kejadian itu terjadi kurang lebih pada pukul 14.25 WIB. Ketika itu, bus yang membawa tim Persib baru keluar dari hotel tempat mereka menginap, Kartika Chandra.

“Kurang lebih jam 14,25 dengan dikawal petugas lalu lintas Bus yang membawa pemain Persib Bandung keluar dari Hotel Kartika Chandra untuk bertanding di stadion GBK melawan Persija. Seratus meter dari hotel, tiba-tiba terjadi pelemparan oleh sekelompok orang yang diduga suporter Persija, akibatnya kaca samping kana dan kiri Bus, serta kaca depan pecah dan rusak,” ujar Kabid Humas Polda Metro, Kombespol Rikwanto.

“Bus yang seharusnya menuju ke GBK langsung pergi masuk ke jalan tol, lewat pintu tol yang tidak jauh dari lokasi pelempar menuju arah Cikampek. Pelaku pelemparan langsung bubar melarikan diri,” lanjutnya.

Rikwanto kemudian menceritakan bahwa pihak Polda sempat mengejar bus itu sampai tol Bekasi. Namun, tim Persib tetap menolak untuk kembali ke Jakarta. Mereka memutuskan untuk kembali ke Bandung. “Di kilometer, 19 Bekasi Timur Bus berhenti untuk memeriksa apakah ada yang terluka. Mengetahui hal tersebut, petugas Polda berangkat menjemput mereka ke Km 19 menggunakan mobil baracuda/rantis, supaya bisa kembali ke GBK untuk bertanding dgn Persija. Namun, mereka sudah shock/terguncang dan memilih untuk langsung kembali ke Bandung.”

“Dalam rapat pertemuan sebelumnya antara Polda, PSSI, Persija dan Persib, sudah disepakati bahwa tidak ada suporter untuk pertandingan Persib dan Persija, namun komitmen tersebut tidak sepenuhnya bisa dilaksanakan.”  Sementara di sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta banyak Jakmania (sebutan suporter fanatik Persija). Mereka datang dengan atribut kebesarannya bahkan membawa bendera dan drum.

Mereka bergerombol di beberapa titik. Jakmania paling banyak berada di sekitar pintu masuknya pemain. Bahkan suporter dengan warna kostum orange ini menunggu bus yang membawa pemain Persija keluar stadion setelah pertandingan batal.

Sementara itu pelatih Persija Jakarta Benny Dolo mengaku kecewa dengan batalnya pertandingan yang ditunggu-tunggu ini. Meski tidak didukung suporter fanatiknya, pihaknya telah menyiapkan tim dengan baik. “Jika melihat aturan yang ada, Persib bisa kalah WO. Tapi untuk keputusan pastinya kami menunggu PT Liga Indonesia,” katanya usai pertandingan dibatalkan.

Mantan pelatih Arema Malang itu mengaku saat “technical meeting”, pihak Persib Bandung tidak meminta kendaraan rantis. Padahal saat pertandingan di putaran pertama di Bandung, Persija tetap menggunakan kendaraan rantis.

Namun Hal itu dibantah Manajer Persib Bandung, Umuh Muhtar, mengaku sudah meminta pengamanan ekstra. Dia juga mengaku sudah meminta timnya dibawa dengan kendaraan taktis (rantis). “Kami dari sejak awal meminta pengawalan pengamanan ekstra, termasuk rantis,” kata Umuh. “Tapi nyatanya yang datang bus, bus pun jelek begitu. Sangat tidak layak untuk menyambut tamu,” lanjutnya kemudian.

Hingga berita ini diturunkan para bobotoh Persib Bandung masih berkumpul di sekitar pintu keluar Tol Pasteur Bandung menunggu kedatangan bus tim Persib dan Pihak Kepolisian menghimbau kenderaan berplat B sementara tidak keluar dari dalam tol, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (RH/ANT)