Dubes Kartini Syahrir: Belajar Supremasi Sipil dari Argentina

Foto: Sayangi.com/Emil

Ditemui di rumah pribadinya di kawasan Menteng, Dr. Nurmala Kartini Pandjaitan Syahrir atau akrab disapa Ker oleh sahabat-sahabatnya, menyambut wartawan Sayangi.com, Nur Fitriana dan Bursah Zarnubi dengan senyum hangatnya. Di sela-sela waktu istirahatnya sebelum kembali bertugas ke Buenos Aires, ia mengungkapkan berbagai pelajaran politik selama menjadi Duta Besar Indonesia untuk Argentina sejak 20 September 2010. Berikut petikan percakapan dengannya.

Jika dibandingkan dengan Indonesia, bagaimana situasi ekonomi politik di Argentina?
Secara ekonomi politik, Argentina tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Hanya barangkali, karena mereka sudah lebih dulu merdeka dibandingkan dengan kita, kondisinya menjadi lain. Jangan lupa, Argentina di awal abad ke 20 pernah jadi salah satu dari 5 negara terbesar di dunia, dimana Amerika pernah dia bantu keuangannya. Jadi kita bisa bayangkan majunya Argentina tahun 1920, dimana pada saat itu kita belum merdeka dan belum punya republik. Argentina itu sudah 202 tahun merdeka. Meski demikian, dalam sebuah negara tidak pernah ada politik yang tentram dan aman. Tentu pertanyaannya adalah sejauh mana dinamika itu bisa ditangani pemerintah.

Argentina mengalami krisis ekonomi tahun 2012. Dan dengan cepat, di tahun 2013, mereka mampu memulihkan perekonomiannya. Bagaimana bisa seperti itu?
Sekarang pun masih dikatakan sangat krisis, tapi saya yang berada disana sama sekali tidak melihat Argentina mengalami krisis. Perbedaannya dengan kita adalah, ketahanan pangan Argentina luar biasa. Meski banyak pertentangan politik antar politisi, tapi petani tetap menanam dan beternak. Mereka tidak peduli dengan politisi yang berkelahi. Seperti hari ini mereka dikatakan mampu memulihkan perekonomiannya, karena saat ini mereka mengalami panen raya. Nah, dengan itu dia bisa menekan inflasi dan melemahnya peso terhadap dolar bisa ditangani. Karena belum pernah hasil panen mereka sebagus tahun ini.

Mereka menjadi penghasil daging sapi terbesar?
Iya tentu. Apalagi tahun ini, ternak dan hasil tani melimpah. Bayangkan saja, Penduduk Argentina itu jumlahnya 41 juta, sementara sapinya 53 juta. Dan sapinya itu besar sekali. Kalau sapi dari australia yang diimpor kemari berat tubuhnya hanya 320 kg, sapi Argentina yang mereka ekspor itu paling kecil 900 kg sampai 1600 kg. Saya nggak tahu mengapa ternak kita tidak bisa masuk kemari. Yang saya dengar, Argentina, Paraguai dan Uruguai belum lolos seleksi untuk virus PMK (penyakit mulut dan kaki) tapi saya kira itu lebih pada persoalan administratif. Karena negara seperti Arab Saudi, India dan Malaysia mengimpor darisana. Mereka juga makan daging sapi setiap hari, saya juga makan. Dagingnya enak. Orang-orang di Amerika Latin juga mengimpor sapi dari sana untuk mereka konsumsi.

Itu memang karena peran pemerintah dalam menguatkan ketahanan pangan masyarakatnya atau memang masyarakat yang punya kesadaran sendiri?
Itu tradisi yang dijalankan bertahun-tahun. Argentina itu negara kelas pekerja. Karena disana organisasi buruh sangat militan. Polisi pun tidak berani untuk membubarkan demonstran. Kalaupun ada demo disana, demo disana lebih besar dari yang di Indonesia. Karena kalau demo disana sekitar 700 ribuan. Mereka dipayungi oleh serikat buruh kiri dan serikat buruh kanan.

Saat ini yang memegang tampuk pemerintahan kelompok kiri atau kanan?
Pemerintahannya dari kelompok serikat buruh kiri yang dibawah naungan partai kiri besar, Peronista. Dari dulu yang menguasai juga Peronista. Tetapi yang menarik adalah, mereka menghidupkan dan mendukung partai oposisi karena mereka menganggap partai oposisi mutlak ada. Disana partai oposisi banyak, karena diperlukan sebagai penyeimbang.

Banyaknya Partai Oposisi disana itu memang sengaja dibuat atau tumbuh dengan sendirinya?
Mereka tumbuh alami dan tidak ada proses verifikasi. Disana tidak ada KPU. Makanya waktu saya cerita pada mereka bahwa di Indonesia ada banyak yang harus dilalui partai politik seperti KPU, Bawaslu dan lain sebagainya, mereka melihat saya dengan pandangan tidak percaya. Disana partai politik tumbuh bebas. Tidak ditentukan harus memiliki berapa provinsi dan lain sebagainya. Karena mereka anggap aspirasi rakyat pasti berbeda-beda dan harus didengar.

Ada berapa partai yang masuk Parlemen?
Sekitar 27 Partai politik yang masuk Parlemen. Tapi yang jelas mereka menamakan dirinya oposisi. Oposisi kiri, tengah dan kanan. Tapi yang paling penting adalah mereka tidak pernah menggunakan persyaratan administasi untuk membendung aspirasi masyarakatnya. Karena itulah di Argentina dikenal bahwa Golput itu sebagai sesuatu yang tabu. Orang malu kalau golput karena itu bagian dari tanggung jawab politik. Misalnya ada orang dari partai politik tertentu mengatakan dia tidak suka dan tidak akan memilih, maka mereka akan ditertawakan.

Jadi tingkat pemilihnya disana tinggi?
Ya tinggi, Kadang malah ketinggian. Jadi ketika akan ada Pemilu, ini kan Oktober depan ini ada pemilihan legislatif. Dua minggu sebelum pemilihan legislatif, orang-orang sudah akan berhenti bekerja cuma untuk menghitung hari menjelang Pemilu. Dia akan tanya, dimana TPS yang bisa dia gunakan untuk memilih, jika dia berada di luar kota harus seperti apa memilihnya. Itu harus dipikirkan karena dia tidak mau kalau tidak memilih.

Berapa partisipasi masyarakat dalam Pemilu?
Kalau bisa saya bilang 120 persen, hahaha. Saya mengatakan 120 persen untuk antusiasme mereka dalam melakukan pemilihan umum di negaranya.

Selain ketahanan pangan, kita juga ngomong ketahanan energi. Bagaimana dengan ketahanan energi di Argentina mengingat Amerika Latin selalu membentengi diri dari Amerika?
Mereka punya yang disebut Unasur (kesatuan selatan) itu kumpulan negara Amerika Latin. Unasur lebih bicara soal kesatuan politik meskipun ada pula persoalan dagang, tapi lebih banyak soal politik. Amerika Latin selalu diperlakukan seperti halaman belakang saja oleh Amerika, Itu perasaan mereka. Karena itu sikap anti IMF negara Amerika Latin itu besar sekali. Seperti Argentina, dia senang sekali IMF menutup kantornya di Buenos Aires. Karena rata-rata Amerika Latin itu kiri. Tapi bukan kirinya Komunis di Rusia atau Beijing. Mereka punya spesialisasi kiri ala Amerika Latin. Seperti juga sosialismenya Venezuela.

Lantas, bagaimana pengaruh Cristina Fernández de Kirchner dalam menerapkan sistem sosialis di negaranya?
Seperti juga Presiden negara tetangganya, Brazil, Dilma Rousseff, Cristina juga mantan aktivis perempuan. Karena itu rezim militer disana tidak ada yang berkutik sama sekali. Dia adili betul itu. Dan saat ini di Argentina golongan militer tidak diharapkan maju menjadi Presiden. Karena trauma dengan rezim militer yang berkuasa tahun 1976, Jorge Rafael Videla. Dimana terjadi banyak penangkapan dan pembunuhan terhadap kaum sipil terutama perempuan dan anak-anak. Mereka menyebutnya masa kelam atau desaparecido (hilang. Red). Sampai sekarang mereka kejar itu. Karena itu juga sikap mereka pada human right sangat tinggi. Mereka sangat menghargai human right. Kontras saja dapat award disana. Saya hadir waktu itu.

Supremasi sipil mereka sudah seperti Amerika?
Iya sudah seperti itu supremasi sipilnya. Polisi disana tidak berkutik. Polisi kalau berani bubarin demonstrasi, malah polisinya yang babak belur.

Apakah disana demonstrasinya juga menggunakan kekerasan?
Tidak ada. Sesekali mereka melakukan bakar-bakar. Tetapi tidak pernah ada yang ditangkap. Tidak ada polisi yang berani menangkap. Kadang-kadang yang membuat ribut adalah, misalnya kelompok kiri A dan kiri B demo, nggak cocok, tawuran. Sikap orang Amerika Latin itu kan panasan.

Sejauh mana hubungan Indonesia dan Argentina?
Kita neraca perdagangannya mencapai 2 miliar USD. Tapi surplus pada pihak Argentina. Lalu kenapa kita defisit? Terlalu banyak ekspor kita yang dihalangi masuk karena mereka sangat protektif dengan barang-barang kita. Sementara sebaliknya, kita nggak protektif dengan barang-barang mereka disini karena kita melakukan perdagangan bebas. Sebetulnya, saat ini kita usahakan betul bahwa Argentina bisa lebih terbuka dalam perdagangan. Yang agresif sekali datang kesana adalah Cina dan Vietnam.

Mereka kesana dalam rangka perdagangan apa?
Kacang kedelai. Kita itu setiap tahun butuh 2 juta ton kedelai untuk keperluan ternak, tempe dan tahu. Sementara kita hanya bisa memproduksi kedelai 900 ribu ton. Kita butuh 1,1 juta lagi. Namun parahnya, kita justru impor ke China dimana China juga mengambil dari Argentina. Sehingga harganya menjadi lebih tinggi. Saya juga nggak tahu kenapa. Salah satu perusahaan besar di Argentina yang memiliki perusahaan kedelai besar bertanya kepada saya, mengapa tidak langsung mengambil pada mereka. Mereka yang pertanyakan itu, kita malah tenang-tenang saja.

Apa pelajaran yang bisa diambil dari Argentina?
Kesadaran pemerintah mengelola kebutuhan dasar seperti sekolah, pendidikan, kesehatan, air bersih dan perumahan. Misalnya mereka membuat rumah sakit untuk orang miskin dari provinsi sampai nasional, rakyat miskin tak perlu bayar dan sokter spesialis yang bagus harus memberikan waktu beberapa jam dalam satu hari untuk memberikan pelayanan di rumah sakit itu. Kalau tidak, dokternya tidak akan naik pangkat. Ini peran political will pemerintah. Mereka punya juga puskesmas sampai posyandu dan semua berjalan dengan kontrol kuat pemerintah. Di jaman Soeharto dulu kita ada seperti itu, tapi sekarang tidak berjalan lagi karena sistem dan jaringan yang ada tidak diberlakukan.

Bagaimana dengan sistem ASKES disana?
Kalau disana, langsung ditangani. Kalau disini mungkin nunggu mau sekarat dulu ya. Ada juga disana lelet seperti disini, tapi mungkin hanya di kantor-kantor kementrian.

Lantas bagaimana dengan pendidikan disana?
Pendidikan itu kewajiban bagi mereka. Sehingga banyak disubsidi pemerintah. Bagusnya disana itu, kalau ada kebijakan baru, disosialisasikan 6 bulan sebelumnya sehingga masyarakat bisa beradaptasi. Ada sih penolakan saat pemerintah dianggap tidak mampu membuat Peso lebih tinggi dari dolar. Tapi, Presiden akan menjawab kegalauan mereka. Jangan sibuk memikirkan hal itu. Semua ada di Argentina. Hanya 200 ribu manusia Argentina yang merasakan dampak turunnya nilai peso. Yang lain tidak. Semua kebutuhan pangan, kesehatan dan pendidikan sudah terpenuhi. Kalau orang kenyang masa mau berontak revolusi? Keterbukaan politiknya yang patut dicontoh.

Keterbukaan politik seperti apa?
Mereka mau menerima perbedaan untuk dikelola, bukan dipertentangkan. Jadi berbeda pendapat hal yang biasa. Disana ada Kasa Rosada, seperti istana Merdeka kalau disini, yang memiliki pelataran yang disebut plaza de mayo. Itu seperti halaman dari istana negara yang biasanya dipakai Presiden untuk melihat demonstran dari jendela. Tidak ada kawat berduri, tidak ada gas air mata, ataupun water canon. Presiden hanya mendengarkan rakyatnya, lalu dia jawab dengan rasionalisasi. Misalnya si A tidak setuju dengan kebijakan itu, sementara si B mendukung, si A harus tunduk. Dia tidak pernah mengambangkan keputusan dan sangat menjalankan musyawarah mufakat. Saya ingat benar 700 ribu buruh melakukan demonstrasi pada 20 november 2012 isunya tentang pemerintah yang lelet atasi perekonomian. Setelah presiden dimaki-maki. Saya kira dia akan diam saja. Tapi tidak, dia hajar demonstran dengan pidato tanpa teks. Dia bisa berpidato 3 sampai 4 jam dan memberikan jawaban tanpa menunggu waktu. Tapi, lawan politik yang mungkin bisa membahayakan posisinya bagaimanapun caranya harus out. Sekarang dia menjadi orang paling kuat di seluruh Argentina. Dan kemungkinan besar akan terpilih kembali. Padahal kan periode kepengurusannya sudah habis kalau menurut konstitusi. Tapi disana, kalau rakyat menginginkan dia yang menjadi Presiden, maka konstitusi harus diamandemen.

Apa ada kebijakan kontroversial yang dilakukan Cristina Fernández de Kirchner?
Ada yang unik, dia mengeluarkan kebijakan yang membuat perempuan di Argentina malas menikah. Dia mengatakan, jika ada perempuan Argentina yang bisa melahirkan tujuh anak, perempuan itu akan disubsidi seumur hidup. Anak-anaknya akan disekolahkan dengan diberi kehidupan yang layak. Nggak penting siapa suaminya. Karena dia berharap, penduduknya bisa lebih banyak dibanding populasi sapinya. Agama dan negara terpisah meski disana penduduknya merupakan katolik yang taat. Argentina memiliki pemikiran maju. Mereka juga mengijinkan pernikahan pasangan sejenis. Ini ada hubungannya dengan hak asasi manusia dan potensi pemilihnya dalam Pemilu.

Kesan anda selama menjalankan tugas disana?
Disana itu orangnya tidak jauh beda dengan disini. Mereka juga ramah dan hangat. Yang membuat saya kesal biasanya, mereka sering terlambat saat membuat janji. Selebihnya cara mereka berpolitik dan mengatur perekonomian luar biasa. (FIT)