PB HMI Sesalkan Pernyataan Gus Sholah

Jakarta, Sayangi.com – Pernyataan KH. Sholahuddin Wahid memancing reaksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pasalnya, pernyataan pimpinan Pesantren Tebuireng, Jombang, yang akrab dipanggil dengan Gus Sholah tersebut dianggap mendiskreditkan organisasi HMI.

Saat berbicara di hadapan ratusan anggota Muslimat NU, di Pasar Kalisat, Kabupaten Jember, ia menyampaikan dukungannya pada Ketua Umum PP Muslimat NU yang merupakan bakal calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Kata Gus Sholah sebaiknya Jawa Timur dipimpin gubernur berusia muda, seperti beberapa propinsi lainnya.

“Gubernur Banten berusia 50 tahun, gubernur Jawa Barat tidak sampai 50, gubernur DKI 52, gubernur Jawa Tengah 40-an. Masa gubernur Jatim harus orang tua? Kita ingin yang muda. Tidak hanya muda, tapi juga pandai, menunjukkan prestasi. Bu Khofifah ini pandai sekali. Jarang ada perempuan, apalagi Muslimat NU, seperti Bu Khofifah. Di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) pun tidak ada,” kata Gus Sholah, Jumat (21/6).

Menanggapai pernyataan tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI Pengurus Besar (PB) HMI, Aridho Pamungkas berujar “Kita semua hormat pada Gus Sholah dan Ibu Khofifah. Namun, sangat disayangkan Gus Sholah menyebut kader perempuan HMI tidak pandai,” katanya, Minggu (23/6) dengan nada kesal.

Menurut Aridho, sudah terbukti banyak senior perempuan di HMI yang diakui kiprah dan kredibilitasnya di Indonesia. Dia mencontohkan beberapa sosok seperti seperti Marwah Daud Ibrahim, Siti Fadilah Supari, Valina Singka Subekti, Chusnul Mar’iyah, Reni Marlinawati dan Nurhayati Assegaf.

Pemuda asal Jawa Timur ini menambahkan bahwa HMI adalah laboratorium exercise karakter intelektual kader. Dan wadah Korps-HMI-Wati (Kohati) tidak kurang dalam menempa kapasitas kecerdasan kader perempuan di HMI. Jadi, salah besar kalau Gus Sholah menyebut kecerdasan Khofifah melebihi kader perempuan HMI lainnya.

Untuk membuktikan ucapannya, Aridho menantang diadakannya debat dan dialog dalam forum intelektual. “Agar publik tahu siapa yang lebih cerdas,” tandas Ridho.

Aridho menyarakan agar dimasa mendatang Gus Sholah bisa menyampaikan pandangannya secara lebih obyektif. Tidak asal ceplas-ceplos yang tak berdasar. (HST)