Data Penerima BLSM Masih Tak Akurat

Jakarta, Sayangi.com – Jauh sebelum Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dibagikan, Pemerintah mengklaim bahwa akurasi data penerima kini jauh lebih akurat ketimbang sebelumnya. Namun praktiknya, ketidakakuratan masih ditemui di sana-sini.

Saat membagikan BLSM di Kantor Pos Jatinegara, Jl. Matraman Raya, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono bilang, penyaluran dana BLSM yang ditujukan kepada masyarakat berpenghasilan rendah, sangat miskin, yang berjumlah sekitar 65 juta orang atau 15,5 juta rumah tangga. Menurut Agung, data tersebut sudah mengalami perbaikan berulang kali, sehingga akurasinya jauh lebih baik.

Masih kata Agung, dengan berbekal Kartu Perlindungan Sosial (KPS), penerima BLSM tidak bisa dipalsukan atau dijual kembali. Namun baru satu hari sejak bantuan disalurkan kemarin (Sabtu, 22/6), di sejumlah daerah mulai muncul sejumlah protes terhadap serangkaian kejanggalan dan ketidakakuratan data penerima.

Di Samarinda, Kalimantan Timur misalnya, muncul protes terhadap penerima BLSM yang ternyata datang dengan mengendarai kendaraan bermotor dan mengenakan perhiasan secara mencolok. Diduga, BLSM telah salah sasaran.

Sementara di Banjarmasin, seperti disitir sebuah media online, warga Jl. Sultan Adam Sungai Awang RT 27 RW 03 Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin yang tak tercatat menerima BLSM mendatangi kantor kelurahan setempat dan melakukan protes. Mereka berang lantaran beberapa penerima BLSM di wilayahnya banyak yang sudah meninggal atau pindah alamat. Di sisi lain, banyak diantara penerima BLSM ternyata memiliki hubungan keluarga dengan Ketua RT, meskipun kondisi ekonominya tidak masuk kategori penghasilan rendah atau sangat miskin. (MSR)

 

Berita Terkait

BAGIKAN