Persib Desak Polda Metro Usut Kasus Penyerangan

Bandung, Sayangi.com – Persib Bandung menyesalkan penyerangan kelompok liar terhadap tim “Maung Bandung” di Jakarta, Sabtu (22/6), dan mendesak Polda Metro Jaya mengusut serta menindak para pelaku.

PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Glenn Sugita dalam rilis yang diterima Antara di Bandung, Minggu, juga meminta maaf kepada masyarakat luas, khususnya korban “bobotoh” Persib yang anarkis dalam mereaksi insiden di Jakarta dengan menghadang dan merusak mobil berpelat nomor B di Kota Kembang.

“Langkah Tim Persib Bandung untuk tidak memaksakan hadir ke Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan karena Manajemen Persib mengutamakan keamanan dan keselamatan anggota tim dan ofisial,” kata Glenn.

Pada Sabtu, beberapa saat setelah rombongan Persib Bandung keluar dari Hotel Kartika Chandra, langsung mendapat serangan dari sejumlah orang tak dikenal, dilempari batu dan bom molotov.

Persib Bandung menyampaikan protes keras dan mempertanyakan minimnya pengamanan di Jakarta, padahal pengalaman menunjukkan pertandingan Persib melawan Persija selalu membutuhkan pengamanan maksimal PT Persib Bandung Bermartabat juga mempertanyakan pelecehan nilai “fair play” oleh mereka yang menebarkan teror dan rasa takut dalam persepakbolaaan Indonesia, sehingga mengesankan ingin meraih kemenangan dengan segala cara.

Melalui penyataan sikapnya itu, PT PBB meminta PT Liga Indonesia menggelar ulang pertandingan di kota yang netral dengan jaminan kemanan dan keselamatan bagi seluruh pihak, baik penyelenggara, tim peserta, penonton di stadion dan masyarakat sekitar tempat pertandingan.

Terkait adanya reaksi yang berlebihan yang dilakukan “bobotoh” dengan melakukan “sweeping” terhadap kendaraan berpelat nomor B di Bandung, PT Persib Bandung Bermartabat menyampaikan meminta maaf kepada masyarakat, dan para korban.

Glenn juga meminta bobotoh tidak melakukan “sweeping” terhadap kendaraan berpelat niomor B karena tidak ada kaitannya dengan pelaku penyerangan di Jakarta.

Manajemen Persib meminta bobotoh untuk menunjukkan sikap ksatria dan menghormati tamu yang berwisata ke Kota Bandung. (RH/ANT)