Erdogan: Dalang Kerusuhan Turki dan Brazil Sama

Istanbul, Sayangi.com – Turki terus bergolak. Meski PM Turki Recep Tayyip Erdogan sempat mengancam akan mengerahkan militer untuk membubarkan demonstran, massa tak gentar. Pada Sabtu (22/6) demonstran lagi berkumpul di Taksim, tempat mereka meletakkan bunga anyelir untuk menghormati tiga demonstran yang tewas dalam aksi unjuk rasa.

Selama sekitar 2 jam pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan antipemerintah dan menuntut Erdogan untuk mengundurkan diri sebelum akhirnya demonstrasi mereka dibubarkan polisi. Beberapa demonstran mencoba untuk memberikan anyelir pada pasukan keamanan yang mengawasi alun-alun dimana mereka melakukan demonstrasi dengan tidak mengindahkan peringatan untuk meninggalkan lokasi demonstrasi. Polisi mendorong kembali demonstran dengan water canon bahkan mengejar mereka yang berlarian di sisi jalan dan memblokir jalan di alun-alun.

Seorang wartawan Associated Press mengatakan, demonstran kembali turun ke jalan termasuk pejalan kaki yang sedang berada di pusat perbelanjaan. Namun, sesegera mungkin kerumunan orang yang makin banyak itu dihalau polisi dengan gas air mata serta penembakan menggunakan peluru karet karena banyak dari demonstran yang menolak untuk membubarkan diri. Meski begitu, tidak ada laporan cedera yang dialami. Namun, dalam video rekaman yang berhasil diambil, terlihat 2 orang polisi memukul pengunjuk rasa dengan tongkat dan menendang mereka saat mereka memaksa untuk melewati jalan istiklal. Beberapa demonstran juga terlihat melempar batu pada water canon milik polisi sedangkan pengunjuk rasa lainnya coba untuk menenangkan mereka serta mencegah mereka menyerang aparat.

Erdogan telah menghadapi kecaman internasional yang sengit untuk tindakan keras yang dilakukannya pada warga Turki yang melakukan protes, dan justru memberikan pembelaan pada pemerintahnya dan cara polisi membubarkan masa yang dianggapnya tangguh. Ia juga menyalahkan bankir, dan media asing yang berada di Turki dan mengatakan bahwa mereka hanya membawa kerugian bagi Turki.

Erdogan menyatakan dalam pidatonya di depan puluhan ribu pendukungnya di kota pesisir laut hitam, Brazil adalah target komplotan asing yang memiliki tujuan sama dengan apa yang dilakukan di Turki. Mereka (orang asing.Red) mencoba untuk menggoncang Turki. “Hal yang sama juga dimainkan mereka di Brazil. Simbol-simbol yang sama, poster-poster yang sama, twitter dan facebook menjadi alat media sosial yang sama dan media internasional yang sama. Mereka melakukan protes dipimpin oleh pusat yang sama,” katanya.

Mereka, kata Erdogan, mungkin bisa bermain baik di Brazil untuk mencari capaian baru karena mereka tidak berhasil melakukannya di Turki. Ini permainan yang sama, perangkap dan tujuan yang sama,” tegasnya. (FIT/Time)