DPRD Bangkalan: Investor Jangan Semena-Mena di Madura

Jakarta, Sayangi.com – Anggota DPRD Bangkalan Syafiuddin Asmoro mengkritik cara investor mengeksploitasi kekayaan alam di Madura. Syafiuddin melihat bahwa investor itu cenderung tidak beretika dan bertindak semena-mena.

Menurutnya, Madura pasca-pembangunan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) memang membutuhkan banyak investor. Mereka dibutuhkan untuk meningkatkan pembangunan di Madura. Hanya saja, adat-adat ‘ketimuran’ tetap harus dihormati, apalagi masyarakat Madura dikenal sebagai masyarakat yang mengutamakan adat-istiadat dan nilai-nilai agama.

“Untuk kemajuan Pulau Madura dibutuhkan investor sebanyak-banyaknya. Hanya saja investor tidak boleh semena-mena masuk kewilayah Madura,” kata Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bangkalan ini kepada sayangi.com, Minggu (23/6/2013).

Para investor tersebut jelas Syafiuddin, harus berkoordinasi dengan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh, kepala desa yang ada di Madura. Hal itu perlu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Apalagi proyek ekplorasi minyak yang membutuhkan kerja serius dan harus dipikirkan dampaknya terhadapa lingkungan,” jelas Syafiuddin, yang juga calon anggota DPRD Jawa Timur Daerah Pemilihan XI yang meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep ini.

Kritik serupa juga diungkapkan Ketua Umum Himpunan Generasi Muda Madura (Higemura), Muhlis Ali. Ia meminta agar investor yang masuk ke Madura tidak melangkah dengan seenaknya sendiri, tapi tetap memerhatikan masyarakat di sekitarnya, termasuk kesejahteraan mereka.

“Harus ada shering yang seimbang dan distribusi dana CSR (corporate social responsibility, red) terhadap warga Madura baik untuk pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pesantren, pembangunan infrastruktur, dan pembangunan lainnya di pulau Madura,” jelas mantan Ketua Pengurus Besar HMI ini.

Ia berjanji, Higemura akan melakukan pemetaan potensi minyak dan gas di Pulau Madura sekaligus mendata jumlah investor yang masuk ke Pulau Madura. Hal itu dimaksudkan agar potensi sumber daya alam di Pulau Madura dapat diketahui secara pasti.

Higemura jelas Muhlis, juga akan mendorong partisipasi aktif dari masyarakat agar turut terlibat dalam pengelolaan sumberdaya yang terdapat di wilayah Madura.

“Dengan begitu, ke depan warga Madura tidak boleh lagi hanya menjadi penonton di kampungnya sendiri. Madura harus maju dan menikmati hasil alamnya,” ungkapnya.

Pernyataan keras Syafiuddin dan Muhlis Ali ini menanggapi adanya aksi Nelayan dari dua kecamatan, Klampis dan Sepulu, Kabupaten Bangkalan pada Sabtu (22/6/2013). Mereka membubarkan sosialisasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas yang digelar Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) di kantor kecamatan Sepulu dengan alasan tidak ada koordinasi terlebih dahulu. Hal tersebut membuat warga di dua kecamatan tersebut merasa tidak dihargai oleh investor. (MI)