Harga Bensin Rp12.000/Liter, Warga Perbatasan Pilih Beli ke Malaysia

Pontianak, Sayangi.com – Warga yang tinggal di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia di Senaning, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, mau tidak mau harus “menikmati” harga bensin Rp11.000 hingga Rp12.000/liter.

“Sudah dua hari sejak kenaikan harga, bensin di sini dijual Rp11.000 hingga Rp12.000,” kata Ambresius Murjani, warga Senaning yang juga Koordinator Kelompok Informasi masyarakat perbatasan (Kimtas) di Kabupaten Sintang, saat dihubungi dari Pontianak, Minggu (23/6/2013).

Ia mengatakan, harga bensin yang semula Rp4.500 per liter, dahulu dijual di daerahnya Rp9.000 per liter. Saat ini setelah naik menjadi Rp6.500 per liter, harganya menjadi Rp12.000 per liter. Sedangkan untuk solar yang semula Rp10.000 per liter ketika masih Rp4.500 per liter, kini menjadi Rp11.000 per liter.

“Mau gimana lagi. Mau tak mau, menikmati harga itu,” katanya.

Menurut dia, warga sudah biasa dengan kenaikan harga tersebut. Warga pun tetap membeli bahan bakar itu. Tetapi kecenderungan saat ini, semakin banyak warga yang membeli bensin dari Malaysia yang harganya dijual Rp10.000 per liter.

Warga mendapatkan bensin dari Malaysia dengan berjalan kaki sekitar 3 jam. Sambil memikul dua jeriken yang bisa menampung 20 liter bensin. “Kalau dua jeriken, berarti bisa dapat 40 liter,” kata dia lagi.

Harga bensin di Malaysia sekitar 2 ringgit atau Rp9.000 per liter. Jika dijual ke warga hanya naik Rp1.000 per liter. “Jadi pilihannya sekarang ke Malaysia,” kata Ambresius Murjani.

Namun untuk transportasi menggunakan mobil Strada dari Senaning ke Kota Sintang, ibu kota kabupaten, penumpang harus membayar Rp450 ribu.

Sebelum harga BBM naik, penumpang mobil bergardan ganda itu cukup membayar Rp300 ribu dengan menempuh perjalanan 205 kilometer dengan kondisi jalan masih berupa jalan tanah yang jika hujan menjadi berlumpur. (MI/Ant)