Pertemuan Tokoh Islam di Warakas: dari Kartu Nikah sampai Urusan Politik

Jakarta, Sayangi.com – Malam ini, Minggu (23/6/13) tokoh Islam Jakarta utara yang terdiri dari ustadz/ustadzah, pengelola masjid, dan guru ngaji mengadakan pertemuan di Warakas. Pertemuan yang awalnya dikemas santai sebagai forum silaturahmi para pemuka agama di Jakarta Utara tersebut lambat laun berubah menjadi ajang curhat yang menyerempet wilayah politik.

Di awal pertemuan, M Taufik, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta yang merupakan penggagas pertemuan itu mengeluhkan kondisi Jakarta Utara yang dinilai tertinggal dibanding daerah lain di Jakarta.

“Jakarta Utara ini dikenal kumuh dan seram, perlu perubahan besar untuk membangun, dan untuk merubah diperlukan wakil di DPRD DKI Jakarta,” Kata Taufik yang juga Caleg dari Dapil setempat.

Acara yang dihadiri lebih seratus orang itu berlangsung dialogis dan akrab. Beberapa tanggapan dan pertanyaan hadirin dijawab Taufik dengan santai. Yang lucu, ada hadirin yang mempertanyakan prosedur pengurusan jaminan kesehatan bagi warga yang tidak punya Kartu Nikah. Mendapat pertanyaan tersebut sambil tersenyum Taufik menjawab: “ya harus punya dong, Warga Jakut dan DKI harus memiliki Kartu Nikah, tidak boleh lagi warga DKI tidak memiliki Kartu Nikah, karena itu menjadi syarat utama untuk mengurus Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran sebagai syarat untuk dapat fasilitas dari pemerintah,”

Lebih lanjut Taufik mengatakan bahwa kehadiran Islamic Center di Jakarta Utara harus dapat merubah moral, akhlak dan kehidupan sosial masyarakat. Fasilitas yang ada tersebut mestinya dimaksimalkan untuk kegiatan dakwah.

Islamic center harus dijadikan pusat kegiatan dakwah para pemimpin umat seperti anda. Di sana para ustadz bisa melakukan kajian keislaman, bahtsul masail, diskusi tentang teologi Islam, dan aktivitas produktif lainnya. Itu penting untuk meningkatkan peradaban umat”. Kata Taufik menambahkan.

Karenanya, lanjut Taufik, Pemerintah mesti memperhatikan kesejahteraan para ustadz, pengelola masjid, dan guru ngaji, sebab merekalah yang menjadi pembina dan penjaga akhlak masyarakat saat ini.

Pada kesempatan itu, Ustad Fahri Hamzah Al Muqorrobin yang merupakan ulama Jakarta Utara sempat memberikan nasehat kepada Taufik agar istiqamah dalam membela masyarakat.

“saya hanya ingin memberikan semacam tausiah kepada Bapak Taufik agar benar-benar memperjuangkan masyarakat Jakut, tidak sekedar menjadi DPRD. Harus bisa berhubungan terus menerus dengan masyarakat. Ingat masyarakat butuh bukti konkret,” Kata Ustadz Fahri.

Menanggapi hal tersebut Taufik menjelaskan bahwa itu sudah masuk wilayah politik. Sebagai politisi dia berkomitemen untuk mendorong terjadinya perubahan dan perbaikan di Jakarta Utara.

“Jakarta Utara menyumbangkan PAD cukup besar ke DKI, sehingga warga Jakut harus mendapatkan hak untuk kemajuan dan kesejahteraan,” tandas Taufik. (S2)